Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peminat Banyak tapi Suplai Sedikit, Harga Mobil Bekas Naik!

Sejumlah produsen mobil bekas mengakui harga mobil bekas mulai menunjukkan kenaikan.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 29 Mei 2022  |  13:40 WIB
Pengunjung melintasi deretan mobil bekas yang dipamerkan di Jakarta, Minggu (24/4/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintasi deretan mobil bekas yang dipamerkan di Jakarta, Minggu (24/4/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Berbagai faktor seperti mobil baru yang makin mahal dan jumlahnya terbatas berdampak pada tingginya permintaan kendaraan bekas. Kini, alat transportasi seken tersebut ikutan naik.

Pemilik Jordy Mobil di Mega Glogok Kemayoran Andi mengatakan bahwa akibat besarnya permintaan, dia sampai kesulitan mencari mobil bekas. Kendaraan jenis apapun sulit didapat dan harganya tinggi.

“Jadi sekarang mencari mobil susah. Banyak yang beli malah. Kalau dari tahun-tahun sebelumnya, bisa dua sampai tiga kali lipat,” katanya saat dihubungi, Minggu (29/5/2022).

Sebagai perbandingan kenaikan mobil bekas, Andi menjelaskan bahwa modal untuk beli mobil bekas tahun ini jauh lebih tinggi ketimbang tahun lalu. Harganya jadi lumayan tinggi.

“Dulu kita jual Rp150 juta, sekarang kita beli dengan harga segitu tidak bisa. Kenaikannya 5 persen sampai 10 persen,” jelasnya.

Andi mengamati naiknya mobil bekas tidak hanya disebabkan kelangkaan mikrocip atau semikonduktor, tetapi juga harga kendaraan baru yang tinggi. Dia mencontohkan harga Fortuner yang dulu Rp400 juta sekarang lebih dari Rp600 juta.

“Otomatis mobil bekas juga ikut naik. Untuk tahun ini kebanyak mobil yang dicari adalah MPV [multi purpose vehicle/ mobil keluarga] dan SUV [sport utility vehicle],” terangnya.

Tingginya minat dan naiknya harga mobil bekas juga diakui Chief Operating Officer (COO) Mobil88 Sutadi. Dia mengamati beberapa pelanggan berpindah mencari mobil bekas karena kebutuhan operasional

Di Mobil88, penjualan pada Januari sampai April meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Ada [kenaikan harga mobil bekas]. Ini menyesuaikan supply dan demand,” jelasnya.

Sementara itu, Director Marketing OLX Autos Indonesia Sandy Maulana mengatakan bahwa kelangkaan mikrocip yang membuat pembeli harus menunggu mobil baru sampai ke tangan berdampak pada permintaan kendaraan seken.

“Banyak konsumen memilih untuk membeli mobil bekas karena mungkin ketersediaannya ada. Lalu, bisa langsung dipakai dan harganya cukup terjangkau dibandingkan mobil baru,” katanya.

Kalau untuk harganya, Sandy tidak bisa menyimpulkan bahwa saat ini mobil bekas naik. Hal tersebut bisa tergantung pada kondisi kendaraan.

“Mungkin ada yang mahal, ada yang rendah. Itu tergantung kondisi mobil itu sendiri,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penjualan mobil mobil bekas chip semikonduktor
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top