Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gencar Undang Calon Investor EV, Realisasi Investasi Otomotif Kuartal I/2022 Malah Jeblok

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal/BKPM yang diolah Bisnis, realisasi investasi sektor kendaraan bermotor hanya sebesar US$280,43 juta selama kuartal pertama tahun ini.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 17 Mei 2022  |  10:30 WIB
Pabrik Hyundai di Korea Selatan.  - REUTERS
Pabrik Hyundai di Korea Selatan. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA-  Rute pembangunan industri otomotif ke depan bisa dibilang sarat strategi menumbuhkan produk electric vehicle (EV), baik roda dua maupun roda empat. Sayangnya, kegigihan tersebut tidak dibarengi dengan realisasi investasi sektor otomotif.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal/BKPM yang diolah Bisnis, realisasi investasi sektor kendaraan bermotor hanya sebesar US$280,43 juta selama kuartal pertama tahun ini.

Sebaliknya, pada periode sama tahun lalu, realisasi investasi yang berhasil didatangkan mencapai US$547,62 juta. Artinya, realisasi sektor otomotif year on year (YoY) merosot 48,9 persen, hampir separuh dari kegiatan investasi pada periode sama tahun lalu.

Dari data yang sama, terdapat pengurangan investasi yang dilakukan oleh investor asal Korea Selatan. Berdasarkan catatan Bisnis, investasi asal Korea Selatan itu erat kaitannya dengan pengembangan pabrik Hyundai.

Total investasi Hyundai ditarget mencapai US$1,5 miliar yang pada kuartal pertama tahun lalu nyaris sepenuhnya telah direalisasikan. Salah satu yang digadang-gadang adalah pembuatan mobil listrik secara lokal pertama di Indonesia, kini itu dibuktikan dengan kehadiran Ioniq5 meskipun didatangkan masih dalam bentuk CKD sebagaimana tercatat dalam data Gaikindo.

Pada kuartal I/2021, total investasi asal Korea Selatan mencapai US$526,2 juta. Sedangkan invetasi besar kedua para periode tersebut datang dari Jepang, sebesar US$18,78 juta.

Sebaliknya, pada kuartal I/2022, realisasi investasi terbesar datang dari pabrikan Jepang. Total investasi langsung itu mencapai US$250,7 juta, sedangkan Korea Selatan hanya menyumbang realisasi investasi sebesar US$1,4 juta pada sektor otomotif.

Persoalannya, investasi otomotif baik kuartal pertama tahun lalu ataupun tahun ini, masih lebih mengandalkan mitra tradisional seperti Jepang, Thailand, dan Korea Selatan. Sebaliknya, seiring gencarnya program elektrifikasi kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, produk yang mengalir deras justru dari China, Hong Kong, dan Taiwan.

China pada kuartal pertama tahun ini, hanya merealisasikan investasi sebesar US$547,8 ribu, Hong Kong sebanyak US$13,3 juta, dan Taiwan yang nyaris nihil. Setidaknya, kegigihan program elektrifikasi kendaraan inipun harus mengingatkan semua pihak agar sebangun dengan pembangunan industri, minimal bisa mendatangkan investasi segar yang bisa membuka lapangan pekerjaan.  

Realisasi Investasi Triwulan I (dalam US$ ribu)
Negara20212022

%2021-2022

Jepang

18.782,80250.714,501234,8

Thailand

37,114.439,5038820,5

Korea Selatan

526.201,101.429,00-99,7
Hong Kong, RRC2.605,6013.307,70410,7

China, RRC

0,00547,80

100

Lainnya

1.078,8040,90-96,2

Total

548.705,40280.479,40-48,9
 Sumber: BKPM, diolah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik investasi otomotif bkpm Kendaraan Listrik
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top