Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Defisit Neraca Dagang Otomotif dengan China, Ini Kata Menperin

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia mengalami defisit perdagangan otomotif dengan China dengan lonjakan importasi sebesar US$114,6 juta menjadi US$1,51 miliar. Hasilnya, neraca dagang otomotif Indonesia-China menjadi minus US$1,38 miliar.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 24 Februari 2022  |  15:19 WIB
Petugas berdiri di dekat deretan mobil baru yang terparkir di PT Indonesia Terminal Kendaraan atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, Kamis (11/2/2021).  - Antara Foto/Aprillio Akbar.
Petugas berdiri di dekat deretan mobil baru yang terparkir di PT Indonesia Terminal Kendaraan atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, Kamis (11/2/2021). - Antara Foto/Aprillio Akbar.

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan defisit neraca dagang otomotif Indonesia dengan sejumlah negara, salah satunya China, disebabkan pasar di luar negeri yang masih lemah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia mengalami defisit perdagangan otomotif dengan China dengan lonjakan importasi sebesar US$114,6 juta menjadi US$1,51 miliar. Hasilnya, neraca dagang otomotif Indonesia-China menjadi minus US$1,38 miliar.

"Ekspor otomotif Indonesia itu sekarang memasuki titik tertinggi. Tentu ada sektor sektor yang berkurang karena pasar China-nya lemah," kata Agus, Kamis (24/2/2022).

Tak hanya dengan China, Indonesia juga mengalami defisit ekspor-impor otomotif dengan sejumlah negara seperti Thailand dan Jepang. Dengan Thailand, defisit Indonesia mencapai US$1,37 miliar. Adapun dengan Jepang angka defisit tercatat US$1,35 miliar.

Belum lama ini, Agus melepas ekspor otomotif milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMI) untuk pertama kalinya ke Australia. Kemenperin mencatat ekspor produk TMMI sepanjang 2021 sebesar 119 juta unit kendaraan yang berkontribusi 40 persen terhadap total ekspor otomotif Indonesia ke luar negeri.

Perluasan pasar ekspor tersebut mendorong optimisme peningkatan pengapalan otomotif pada tahun ini.

"Kalau sektor otomotif dalam data kami ekspornya justru naik tinggi, penambahan penambahan dari pasar-pasar baru terus kami upayakan. Kalau soal otomotif kami optimistis," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif ekspor impor Agus Gumiwang
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top