Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Pendapat Toyota Soal Kembang-Kempis Pasar LCGC yang Diguyur Diskon PPnBM

Toyota Astra Motor memasarkan produk LCGC Agya dan Calya, yang merupakan kembaran dari Daihatsu Ayla dan Sigra.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 24 Februari 2022  |  12:53 WIB
 Toyota Calya - Antara
Toyota Calya - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Toyota Astra Motor (TAM) menjelaskan strategi penjualan segmen Low Cost Green Car atau LCGC miliknya.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy mengatakan pihaknya menganggap LCGC sebagai entry segment yang mempunyai pangsa tersendiri. Konsumen LCGC, katanya, berasal dari sebagian besar adalah baru masuk sebagai pengguna kendaraan roda empat.

"Sebelumnya [konsumen] mungkin roda 2 atau mungkin kendaraan seken, atau untuk mereka yang masih muda baru mulai menggunakan mobil, dan menurut kami pasar ini masih tetap akan ada ya," ujar Anton kepada Bisnis pada Kamis (24/2/2022).

Anton menjelaskan strategi penjualan LCGC ini sama dengan segmen yang lain. Dia mengatakan sebisa mungkin produk dikembangkan tidak saja memperteimbangkan tren, melainkan pula kebutuhan konsumen. Detail seperti dimensi dan spesifikasi produk hingga program penjualan agar mobil mudah dimiliki, harus dipikirkan oleh APM. 

" Program aftersales-nya pun disesuaikan," jelas Anton.

Adapun saat ini Segmen LCGC kini hanya diisi pabrikan Daihatsu dan Toyota yang mengeluarkan produk kembar ganda, Ayla-Agya dan Calya-Sigra. Di samping keduanya, hanya menyisakan Honda Brio Satya. Sebelumnya ada Datsun dengan produk Datsun Go dan Suzuki dengan Karimun.

Melihat dengan gugurnya kedua produsen pada segmen ini, Anton mengatakan jika semakin ketat kompetisi di sebuah segmen maka makin besar kemungkinan segmen itu berkembang karena konsumen akan diberikan banyak pilihan.

"Pasar juga akan semakin attractive ya," tuturnya

TAM mengapresiasi program LCGC yang digagas pemerintah.  "Program LCGC sendiri kan kita juga terima kasih ke pemerintah, sehingga bisa nih ada model kendaraan untuk kelas entry yang canggih tapi juga di satu sisi cukup affordable," jelasnya

Anton  mengatakan ke depannya pihaknya berharap pemerintah bisa memberikan dukungan lebih terhadap industri otomotif, seperti sekarang dengan adanya insentif PPnBM DTP. Insentif yang pemerintah bagikan merupakan memangkas tarif pajak mobil LCGC yang seharusnya pada tahun ini telah dikenakan aturan baru sesuai PP No. 73/2019 dan revisinya.

Periode insentif untuk LCGC diberikan baik pada kuartal pertama, kedua, dan ketiga di 2022. Insentif diberikan dalam bentuk potongan PPnBM sebesar 100 persen, 66,66 persen, dan 33,33 persen. Artinya, tarif PPnBM yang dibayar di kuartal pertama 2022 adalah 0 persen, lalu pada kuartal kedua menjadi 1 persen, dan kuartal ketiga 2 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toyota LCGC PPnBM
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top