Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Mandiri Prediksikan Penjualan Mobil di 2022 Meningkat 8,2 persen

Bank Mandiri juga menjelaskan dengan mengatakan katalis positif penting pendorong penjualan mobil tahun 2022 adalah pemulihan ekonomi.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 20 Januari 2022  |  19:26 WIB
Petugas berdiri di dekat deretan mobil baru yang terparkir di PT Indonesia Terminal Kendaraan atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, Kamis (11/2/2021).  - Antara Foto/Aprillio Akbar.
Petugas berdiri di dekat deretan mobil baru yang terparkir di PT Indonesia Terminal Kendaraan atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, Kamis (11/2/2021). - Antara Foto/Aprillio Akbar.

Bisnis.com, JAKARTA - Tim riset ekonomi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memprediksikan penjualan mobil secara retail pada tahun 2022 akan tumbuh 8,2 persen atau mencapai 933.000 unit.

Hal ini berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang mencatatkan penjualan mobil ritel (yaitu penjualan dari dealer ke konsumen) selama tahun 2021 sebesar 863.000 unit. Angka realisasi ini lebih besar daripada perkiraan Tim riset ekonomi Bank Mandiri.

"Realisasi penjualan mobil tersebut berada di atas perkiraan kami untuk tahun 2021 yang sebanyak 833.000 unit," ujar Keterangan Tim riset yang diterima Bisnis pada Kamis (20/1/2022).

Bank Mandiri pun menilai tingginya kinerja penjualan mobil pada tahun 2021 tersebut tidak lepas dari pulihnya kepercayaan masyarakat (consumer confidence) seiring dengan pemulihan ekonomi dan insentif diskon PPnBM yang berlaku pada periode Maret – Desember 2021. 

Sekedar informasi, penjualan ritel mobil penumpang tumbuh 49,9 persen yoy dengan total penjualan sebanyak 639.000 unit; sementara mobil niaga tumbuh 47,7 persen yoy dengan total penjualan sebanyak 225.000 unit.

Sementara kinerja pada bulan Desember 2021, penjualan mobil ritel tumbuh 20 persen (month-to-month/mom) dengan total penjualan 101.000 unit. Lebih detail, penjualan mobil penumpang tumbuh 21,6 persen mom dengan total penjualan 76.000 unit; sementara penjualan mobil niaga tumbuh 15,6 persen dengan total penjualan 25.000 unit.

Bank Mandiri menilai peningkatan penjualan pada bulan Desember tersebut sejalan dengan faktor musiman penjualan mobil ritel menjelang akhir tahun, yaitu penjualan bulan Desember biasanya meningkat akibat diskon akhir tahun yang bertujuan untuk menghabiskan sisa stok. 

"Terlebih lagi, diskon PPnBM telah berakhir pada bulan Desember 2021. Akibatnya, masyarakat mempercepat rencana pembelian mobil mereka guna mendapatkan mobil dengan harga yang lebih rendah," jelas Bank Mandiri

Bank Mandiri pun memperkirakan penjualan mobil ritel pada tahun 2022 akan mencapai 933.000 unit, atau tumbuh sebesar 8,2 persen yoy.

"Kami memperkirakan penjualan mobil ritel pada tahun 2022 akan mencapai 933.000 unit, atau tumbuh sebesar 8,2 persen yoy," jelas Bank Mandiri

Bank Mandiri juga menjelaskan dengan mengatakan katalis positif penting pendorong penjualan mobil tahun 2022 adalah pemulihan ekonomi yang selanjutnya meningkatan consumer confidence, yang pada akhirnya akan mendorong penjualan mobil. Model-model baru mobil dari berbagai macam jenis dan merek juga menjadi faktor pendorong peningkatan penjualan mobil ke depan.

"Namun demikian, kami melihat faktor risiko masih terkait kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 terutama akibat varian Omicron," ujar Bank Mandiri.

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan memperkirakan kasus Omicron bisa terus meningkat dan mencapai puncaknya pada pertengahan Februari 2022 dengan jumlah kasus harian mencapai 60.000 kasus.

Bank Mandiri pun menegaskan jika prediksi tersebut terjadi dan adanya restriksi mobilitas, maka consumer confidence dan peningkatan penjualan mobil dalam kembali tertekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil bank mandiri penjualan mobil PPnBM
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top