Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usai GIIAS, Siap-siap Ada Diskon Mobil Besar-besaran Awal 2022

Jika belum sempat menikmati berbagai promo menarik dan potongan harga selama GIIAS 2021, pada awal tahun depan Gaikindo akan kembali hadir dengan pameran Jakarta Auto Week, yang akan memberi diskon besar-besaran.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 20 November 2021  |  12:35 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato usai berkunjung ke GIIAS 2021, Rabu (17/11/2021).  - Biro Pers Media Istana/Lukas
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato usai berkunjung ke GIIAS 2021, Rabu (17/11/2021). - Biro Pers Media Istana/Lukas

Bisnis.com, JAKARTA — Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 memasuki akhir pekan terakhir dan akan ditutup pada Minggu, 21 November 2021.

Jika belum sempat menikmati berbagai promo menarik dan potongan harga selama GIIAS 2021, pada awal tahun depan Gaikindo akan kembali hadir dengan pameran Jakarta Auto Week, yang akan memberi diskon besar-besaran.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan telah mengantongi komitmen dari para produsen untuk menyediakan potongan harga pada Jakarta Auto Week 2022. Hal itu salah satunya ditujukan untuk mengantisipasi market shock jika insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) tak diperpanjang.

"Market shock itu kita pikirkan bersama. Harus ada juga kontribusi dari produsen, dealer, untuk mengurangi profit, jadi harus ada program-program diskon yang memang bisa mencegah adanya market shock," kata Agus saat berkunjung ke arena GIIAS belum lama ini.

"Nanti awal tahun depan ada Jakarta Auto week dan itu nanti sudah ada komitmen dari produsen dan dealer akan memberikan diskon besar-besaran biar market tetap terjaga," lanjutnya.

Di sisi lain pemerintah juga tengah mengevaluasi kebijakan diskon PPnBM dan kemungkinan memperpanjangnya.

Selama GIIAS 2021 berlangsung Agus melihat adanya kemauan masyarakat untuk melakukan pengeluaran di luar fakta bahwa daya beli sudah mulai meningkat seiring pemulihan ekonomi. Hal ini diharapkan dapat terus dijaga dengan berbagai upaya bersama antara pemerintah dan pelaku usaha.

Sementara dari sisi suplai, gangguan dan disrupsi seperti kemacetan logistik dan kontainer serta kelangkaan semikonduktor tidak dapat dihindari.

"Jadi demand side sangat penting. Kalau ada insentif yang perlu kami terbitkan, pasti untuk mendorong demand-nya tumbuh," ujar Agus.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke GIIAS belum lama ini mengisyaratkan pemerintah akan memperpanjang kebijakan diskon PPnBM. Pasalnya, kebijakan itu terbukti telah mendorong volume penjualan dan memberikan dampak berganda bagi industri penopang otomotif.

Kebijakan PPnBM ditanggung pemerintah (DTP) akan berakhir pada 31 Desember 2021 setelah diterapkan mulai Maret tahun ini. Sejauh ini pemerintah sudah memperpanjang kebijakan ini sebanyak dua kali, yakni pada Juni dan September 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif GIIAS 2021
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top