Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 3 Tren Utama Teknologi Kendaraan Komersial Masa Depan

Perkembangan teknologi kendaraan komersial masih dihadang sejumlah tantangan yang kompleks sehingga industri masih perlu waktu bertahun-tahun sebelum penggunaan yang masif dari teknologi ini.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 16 November 2021  |  16:23 WIB
Ini 3 Tren Utama Teknologi Kendaraan Komersial Masa Depan
Persiapan GIIAS 2021 di Indonesia Convention Exhibition, BSD, Tangerang, Banten. - Gaikindo
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Teknologi kendaraan khususnya di segmen komersial mengalami perkembangan yang cepat dari tahun ke tahun.

Managing Director Scania Indonesia Ted Gorannson mengatakan sejumlah teknologi kendaraan komersial telah diadopsi di pasar. Tetapi, sejumlah hal lain masih penuh tantangan untuk pengembangannya.

Dia menjelaskan ada tiga tren utama pengembangan teknologi kendaraan di masa depan, yaitu terelektrifikasi, terkoneksi, dan terotomasi. Pengembangan kendaraan elektrik, lanjutnya, termasuk yang berkembang pesat baik di Indonesia maupun di belahan dunia lain.

Gorannson menggarisbawahi pentingnya pengembangan sumber energi bersih untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik yang masif. Sebab, jika kendaraan listrik masih menggunakan energi yang bersumber dari bahan bakar fosil, maka justru akan menaikkan buangan emisi.

"Kendaraan listrik tidak lebih bersih dari energi yang digunakannya. Untuk memaksimalkan dampak lingkungan dari kendaraan listrik ini, sumber energi harus bergantung pada energi terbarukan," katanya dalam konferensi Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, Selasa (16/11/2021).

Dia mengatakan di Indonesia, PT Transjakarta milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengoperasikan bus kota berbasis listrik.

Selanjutnya, kendaraan terkoneksi internet yang memungkinkan pengawasan keamanan dan pengaturan efisiensi penggunaan energi.

Scania, lanjutnya, telah memproduksi lebih dari 500.000 kendaraan komersial terkoneksi internet di seluruh dunia, dengan 2.000 unit diantaranya berada di Indonesia.

Adapun tren ketiga yakni, kendaraan terotomasi. Teknologi kendaraan tanpa awak tersebut akan dibutuhkan di daerah-daerah yang kekurangan supir atau untuk kebutuhan khusus dan berbahaya seperti tambang bawah tanah. Tetapi, sebelum penggunaan yang masif, industri masih dihadapkan pada tantangan serius.

"Contohnya, bagaimana membuat sensor yang mengidentifikasi secara akurat lalu lintas, jalan, dan kondisi cuaca, dengan jutaan skenario yang mungkin terjadi," ujarnya.

Dari sisi regulator, akan menjadi tantangan pula untuk menyertifikasi kendaraan otomasi yang cukup aman untuk dioperasikan di jalanan umum. Sejumlah tantangan yang kompleks tersebut menyebabkan industri masih perlu waktu bertahun-tahun ke depan sebelum penggunaan yang masif dari teknologi ini.

"Tetapi tidak bisa disangkal lagi bahwa ini merupakan teknologi yang segera menjadi standar bagi industri," kata Gorannson. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik kendaraan komersial
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top