Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pabrik Mobil Diperkirakan Rugi Rp2,9 triliun Tahun Ini

Krisis cip semikonduktor menjadi pangkal kerugian pabrikan mobil pada tahun ini. Gangguan rantai pasok yang melanda seluruh dunia ini, telah menghambat produktivitas.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 September 2021  |  10:25 WIB
Pabrik Mobil Diperkirakan Rugi Rp2,9 triliun Tahun Ini
Pabrik Volkswagen di Glaserne, Dresden. - Volkswagen
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen mobil global diprediksi bakal mengalami kerugian hingga US$210 miliar atau sekitar Rp2,9 triliun (kurs Rp14.250) tahun ini. Hal tersebut disebabkan adanya gangguan rantai pasokan akibat krisis cip semikonduktor yang melanda seluruh dunia.

Melansir laman Autoblog hari ini, Kamis, 23 September 2021, menurut perusahaan konsultan Alixpartners, harga yang tinggi dan pasokan komoditas yang ketat seperti baja dan resin plastik, membuat produsen mobil terpaksa membatasi produksinya.

Selain itu, pabrikan mobil global juga diprediksi akan kehilangan kuantitas produksinya hingga 7,7 unit selama 2021. Sementara Alixpartners menyebutkan bahwa pada Mei tahun ini, produsen mobil kehilangan pendapatan US$110 miliar dan hanya mampu memproduksi 3,9 juta kendaraan.

Direktur pelaksana dalam praktik mobil Alixpartners, Dan Hearsch mengatakan di Amerika Serikat, penjualan mobil mulai melambat karena persediaan di diler sangat terbatas, jauh dari kuota normalnya.

"Kami awalnya berasumsi kami akan kembali normal dan akan kembali ke volume awal. Namun itu tidak akan terjadi," kata Hearsch, mengutip Tempo, Jumat (24/9/2021).

Pasokan semikonduktor yang terbatas menjadi pukulan bagi produsen mobil global. Bahkan seluruh pabrikan diprediksi akan semakin memperketat pasokan kendaraannya hingga akhir 2022 atau awal 2023.

Hampir semua pabrikan global terdampak krisis semikonduktor yang terjadi sejak akhir tahun lalu. Toyota, Volkswagen, General Motors, Ford, Nissan, Daimler, Stellantis, dan lainnya terpaksa menyesuaikan volume produksi karena kekurangan pasokan.

Krisis kompoonen kemudian diperparah dengan gelombang kedua pandemi Covid-19 di negara-negara produsen cip. 

Krisis cip semikonduktor ini juga membuat sejumlah produsen otomotif mulai berinvestasi untuk membangun perusahaan cip sendiri. Seperti dilaporkan sebelumnya, Hyundai saat ini tengah mengembangkan cip semikonduktor yang akan digunakan pada mobil listrik Ioniq 6 mulai tahun depan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif semikonduktor

Sumber : Tempo

Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top