Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Ritel Truk Semester I/2021 Tumbuh, tapi Belum Pulih

Adapun bila dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19, kinerja kendaraan niaga semester I/2021 masih mengalami kontraksi 26,1 persen
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 26 Juli 2021  |  19:11 WIB
Penjualan Ritel Truk Semester I/2021 Tumbuh, tapi Belum Pulih
Mekanik Mitsubishi Fuso. - KTB
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja penjualan kendaraan niaga, khususnya truk menunjukkan tren positif sepanjang semester I/2021 meski di tengah ketidakpastian pasar akibat pandemi Covid-19.

Berdasarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan ritel truk pada Januari–Juni 2021 mencapai 30.508 unit, naik 31 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yakni 23.311 unit.

Namun, bila dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19, kinerja kendaraan niaga tersebut masih mengalami kontraksi 26,1 persen. Sepanjang semester I/2019, penjualan ritel truk sebanyak 41.309 unit. 

Kendati demikian, Menurut Direktur Sales dan Marketing PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Duljatmono, kinerja positif penjualan ritel truk di Indonesia tahun ini menjadi indikator bahwa industri kendaraan niaga perlahan pulih.

“Ini menunjukkan indikasi bahwa di 2021 perkembangan pertumbuhan kendaraan niaga akan mulai pulih seiring dengan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (26/7/2021).

Dalam pemberitaan sebelumnya, Duljatmono memproyeksikan bahwa pasar kendaraan niaga sepanjang tahun ini akan tumbuh 30 persen dibandingkan 2020, atau mencapai 64.900 unit. Sejumlah faktor jadi penentu pertumbuhan ini.

Dia menuturkan bahwa prediksi tersebut berlandaskan pada sektor-sektor penunjang kendaraan niaga berat. Salah satunya sektor logistik yang sejak awal pandemi terus memberikan kontribusi besar terhadap penjualan kendaraan niaga.

Faktor berikutnya adalah sektor perkebunan, seperti minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang mulai memberikan kontribusi penting pada tahun ini. Menurutnya, hal tersebut ditandai dengan membaiknya permintaan pasar dan harga CPO.

Terkait dengan CPO, Duljatmono mengatakan bahwa Sumatra menjadi salah satu basis penjualan kendaraan niaga terbanyak karena di wilayah itu terdapat sektor pendukung, seperti logistik, perkebunan sawit, dan kayu.

“Sawit ini sangat kuat di Sumatera, indikasinya demand CPO dari awal tahun sudah meningkat, sehingga memengaruhi permintaan truk terutama di kelas medium duty truck seperti Colt Diesel,” kata Duljatmono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gaikindo kendaraan niaga pt krama yudha tiga berlian motors
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top