Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis Semikonduktor Tambah Korban, Giliran Jaguar Land Rover Lagi

Pabrik JLR yang terdampak pasokan semikonduktor atau cip tersebut diketahui memproduksi sport utility vehicle (SUV) premium Defender dan Discovery.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 29 Juni 2021  |  17:31 WIB
Krisis Semikonduktor Tambah Korban, Giliran Jaguar Land Rover Lagi
Jaguar Land Rover. - Antara/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Krisis pasokan cip semikonduktor kembali menelan korban, kali ini Jaguar Land Rover (JLR). Merek mobil mewah asal Inggris ini kembali harus menghentikan produksi di Nitra, Slovakia.

Pabrik JLR yang terdampak pasokan semikonduktor atau cip tersebut diketahui memproduksi sport utility vehicle (SUV) premium Defender dan Discovery. Ini menjadi pabrik ketiga JLR yang mengalami penangguhan produksi untuk sementara waktu.

Sebelumnya, JLR menghentikan jalur produksinya di Castle Bromwich dan Halewood di Inggris. Penangguhan itu berdampak pada produksi Jaguar XE, XF, F-Type, serta Land Rover Discovery Sport dan Range Rover Evoque.

Seperti yang diberitakan Autocar, juru bicara JLR mengatakan bahwa perusahaan mengalami gangguan rantai pasokan karena Covid-19 dan juga ketersediaan semikonduktor global.

“Akibatnya, kami perlu menyesuaikan produksi. Jadwal [produksi] di beberapa pabrik kami mencerminkan hal tersebut,” ujarnya, dikutip dari Autocar, Selasa (29/6/2021).

Dia menambahkan bahwa JLR saat ini terus berkoordinasi dengan para pemasok guna menyelesaikan masalah dan meminimalkan dampak pesanan pelanggan. Sebab, permintaan terhadap produk JLR diklaim sedang mengalami peningkatan.

Sejauh ini JLR belum memberikan tenggat waktu kapan pabrik di Slovakia kembali dibuka. Pabrik tersebut diketahui memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun, atau seperlima dari total penjualan JLR pada 2019.

Sementara itu, JLR pada awal 2021 telah meluncurkan Defender V8 teranyar dengan menyematkan banyak pembaruan pada SUV besar itu, di antaranya mesin baru yang lebih responsif dan bertenaga.

Model baru tersebut dibangun berdasarkan warisan Land Rover V8, yang mencakup model pertama tahun 70, model Amerika Utara tahun 90-an, dan Defender Works V8.

Defender V8 dibangun di atas kapabilitas terdepan di kelas 4x4 yang kokoh. Mobil ini menghadirkan tingkat kinerja baru dengan menggabungkan mesin bensin supercharged V8 525PS 5.0 liter yang bertenaga.

Di atas kertas, mesin tersebut mampu memuntahkan tenaga sebesar 525 PS dan torsi 625 Nm. Seluruh daya ini berpadu dengan transmisi otomatis delapan kecepatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif semikonduktor Jaguar Land Rover

Sumber : Autocar

Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top