Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Thailand Stop Jual Mobil Bensin 2035, Indonesia?

Mengutip Bloomberg, Minggu (25/4/2021), Thailand mengincar transformasi dari hub produksi mobil konvensional di Asia Tenggara menjadi produsen mobil lisrik.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 25 April 2021  |  15:40 WIB
Perakitan baterai kendaraan listrik di pabrik Volvo Cars di Ghent, Belgia.  - Volvo Cars
Perakitan baterai kendaraan listrik di pabrik Volvo Cars di Ghent, Belgia. - Volvo Cars

Bisnis.com, JAKARTA — Thailand mempunyai target ambisius terkait kendaraan listrik. Negeri Gajah Putih berkeinginan hanya menjualan kendaraan tanpa emisi pada 2035. 

Mengutip Bloomberg, Minggu (25/4/2021), Thailand mengincar transformasi dari hub produksi mobil konvensional di Asia Tenggara menjadi produsen mobil lisrik.

“Kami dapat melihat dunia sedang menuju ke arah itu sehingga kami harus bergerak cepat,” kata penasihat komite kebijakan nasional Kementerian Energi Kawin Thangsupanich mengatakan dalam sebuah wawancara.

Dia melanjutkan bahwa Thailand telah memiliki rantai pasokan, sehingga dapat memanfaatkan momentum pertumbuhan pasca pandemi Covid-19. 

Adapun otomotif adalah satu sektor terpenting di Thailand. Industri ini menyumbang sekitar 10% terhadap perekonomian, mempekerjakan 850.000 pekerja, dan mendukung pabro besi dan baja hingga petrokimia dan plastik. Sekitar separuh mobil buatan Thailand diekspor ke negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Filipina, Indonesia, dan Malaysia.

Target Thailand menjadi produsen mobil listrik tersebut akan didukung oleh insentif pajak dan infrastruktur yang sesuai. Insentif nantinya bukan hanya untuk pabrikan, tetapi juga konsumen. 

“Jika kita membiarkan adopsi EV terjadi secara alami, itu bisa memakan waktu lama,” kata Yossapong Laoonual, ketua kehormatan Asosiasi Kendaraan Listrik Thailand. 

Kendaraan listrik baterai saat ini hanya mencapai kurang dari 1% mobil di Thailand, data dari Electric Vehicle Association of Thailand menunjukkan. Kendati demikian, mobil lisrik menunjukkan kekebalan yang cukup hebat terhadap pandemi Covid-19, menurut analis BloombergNEF Allen Tom Abraham. Penjualan mobil EV naik 1,4 persen pada  2020, sementara penjualan mobil konvensional merosot 26 persen.

Sementara itu, Indonesia juga memiliki cita-cita serupa untuk menjadi hub produksi mobil listrik. Berbekal memiliki sumber nikel, Indonesia menargeetkan dapat menjadi bagian dari rantai pasokan global kendaraan tanpa emisi. 

Pemerintah Indonesia menargetkan 20 persen dari total unit kendaraan roda empat atau lebih merupakan kendaraan rendah emisis pada 2025. Kemudian pada 2030, ditargetkan jumlahnya meningkat menjadi 600.000 unit atau 25 persen dari total produksi sebanyak 3 juta unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik otomotif thailand

Sumber : Bloomberg

Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top