Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Begini Strategi Motor Listrik Gesits Penetrasi Pasar Indonesia

Pada sisi lain, dia menyebut keunggulan pengembangan Gesits saat ini juga sudah didukung oleh pabrik di Kawasan Industri WIKA Cileungsi, Jawa Barat dengan kapasitas produksi 200 unit per hari.
Presiden Joko Widodo menjajal sepeda motor listrik buatan dalam negeri 'Gesits', di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/11/2018)./ANTARA-Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo menjajal sepeda motor listrik buatan dalam negeri 'Gesits', di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/11/2018)./ANTARA-Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen motor listrik Gesits, PT Wika Industri Manufaktur (WIM) optimistis produknya akan menjadi pilihan di masa yang akan datang. Seperti diketahui, saat ini pasar roda dua Tanah Air dikuasai oleh pabrikan Jepang, yakni Honda dan Yamaha. 

GM Sales dan Marketing WIM Abdullah Alwi mengatakan bahwa saat ini sudah banyak dukungan terkait pengembangan kendaraan listrik, khususnya dari pemerintah.

Dia menjelaskan untuk menarik pasar, perseroan tengah mengembangkan Gesits mobile app yang berfungsi untuk mempermudah perawatan kendaraan.

Aplikasi yang dikembangkan tersebut nantinya dapat menganalisa kesehatan kendaraan seperti status baterai dan bisa dikoneksikan dengan bluetooth maupun sarana koneksi lainnya.

Pengembangan selanjutnya, lanjut Abdullah, perseroan akan bekerja sama dengan pengembang smart city yang memungkinkan kemudahan penyedia layanan lokasi pengisian baterai yang akan dibangun oleh PLN, pergantian baterai, dan layanan purna jual lainnya.

“Kami pada prinsipnya ingin memberikan experience berkendara seperti penggunaan pada motor 125-150 cc,” ujar Abdullah dalam webinar Pra-Konferensi Hannover Mese 2021 untuk sektor ILMATE, Kamis (8/4/2021). 

Pada sisi lain, dia menyebut keunggulan pengembangan Gesits saat ini juga sudah didukung oleh pabrik di Kawasan Industri WIKA Cileungsi, Jawa Barat dengan kapasitas produksi 200 unit per hari. Selaras dengan hal itu, sebanyak 85 persen bahan baku berasal dari industri lokal dan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN telah mencapai 46,7 persen.

Artinya, lanjut Abdullah, pabrikan sudah siap untuk berdaya saing. Meski perseroan mengaku masih membutuhkan dukungan dalam penyerapan pasar dalam negeri dan sosialisasi ke masyarakat secara luas.

Abdullah menambahkan kepercayaan diri perseroan menembus pasar otomotif Tanah Air. karena pasar roda dua di negara ini sangat besar. Volume sepeda motor di Indonesia terbesar setelah India dan China. 

"Saat ini motor masih menjadi kendaraan favorit masyarakat, jadi kami yakin dengan membawa konsep personal device melalui customisasi dan personalisasi akan menjadi pilihan generasi ke depan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Ipak Ayu
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper