Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duel Panas Avanza Vs Xpander Era PPnBM, Siapa Jawaranya?

Penerapan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil tertentu secara signifikan mampu mendorong kinerja penjualan sepanjang Maret 2021. Pasar kedua mobil dengan kapasitas tujuh penumpang ini pun ikut melesat.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 07 April 2021  |  13:24 WIB
Pengunjung melihat mobil yang dipamerkan pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JIExpo Kemayoran sebelum pandemi Covid-19. ANTARA FOTO - Zarqoni Maksum
Pengunjung melihat mobil yang dipamerkan pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JIExpo Kemayoran sebelum pandemi Covid-19. ANTARA FOTO - Zarqoni Maksum

Bisnis.com, JAKARTA — Sejak kehadirannya di Indonesia, volume penjualan Mitsubishi Xpander kerap membayang-bayangi Toyota Avanza yang telah lama mendominasi segmen LMPV. Namun kemudian duel panas mobil keluarga ini diredam pandemi Covid-19. 

Penerapan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil tertentu secara signifikan mampu mendorong kinerja penjualan pabrikan sepanjang Maret 2021. Pasar kedua mobil dengan kapasitas tujuh penumpang ini pun ikut melesat.

Seperti diketahui, pemerintah memberikan stimulus pertama untuk industri otomotif, yakni pembebasan PPnBM 100 persen untuk mobil penumpang 4x2, termasuk sedan berkubikasi mesin kurang dari 1.500 cc. Dengan kebijakan ini, mobil-mobil yang populer di pasar otomotif Indonesia lantas mendapatkan diskon. 

Director of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwan Kuncoro menyampaikan bahwa relaksasi PPnBM membawa dampak positif terhadap penjualan perusahaan, khususnya untuk Xpander dan Xpander Cross.

Secara persentase, permintaan seluruh varian Xpander naik lebih dari 100 persen. “Penjualan Xpander dan Xpander Cross pada tahun lalu rata-rata di kisaran 2.100 unit hingga 2.200 unit. Namun, setelah diberlakukan PPnBM pada Maret, rerata penjualan dua unit ini naik sekitar 4.500 per bulan,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (6/4/2021).

Irwan menambahkan bahwa peningkatan yang mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun lalu ini menjadi indikator positif bahwa kebijakan pemerintah tepat sasaran. 

Sementara itu, rival Xpander, yaitu Toyota Avanza juga mengalami hal serupa. Berdasarkan catatan Toyota, penjualan Avanza naik 130,3 persen dari sebelumnya 2.481 unit pada Februari menjadi 5.714 unit pada periode 1–22 Maret 2021.

Vice President Director PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto, mengatakan dampak PPnBM terhadap penjualan cukup positif. “Tapi ke depannya kami masih pelajari karena kebijakan ini memiliki time period dengan besaran potongan tarif yang berbeda-beda,” ujarnya.

Berdasarkan situs resmi Mitsubishi, insentif PPnBm membuat harga Xpander dan Xpander Cross turun Rp14,2 juta Rp18,3 juta, tergantung varian. Sementara itu, Toyota Avanza mengalami penurunan harga antara Rp12,6 juta hingga Rp15,75 juta. 

Adapun sebelum pemberlakukan PPnBM, atau sepanjang 2020, kinerja Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander melempem mengikuti pergerakan pasar. Penjualan pabrik ke diler Avanza dan Xpander, masing-masing, sebanyak 35.754 unit dan 26.362 unit. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif mobil toyota mitsubishi PPnBM Harga Mobil
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top