Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPnBM Nol Persen Bikin Banjir Pesanan, Pasar Otomotif Rebound?

Berdasarkan proyeksi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pasar otomotif akan terkerek 60.000 hingga 80.000 unit dengan adanya insentif pajak barang mewah
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  21:23 WIB
Ilustrasi penjualan mobil di dealer.  - Auto2000
Ilustrasi penjualan mobil di dealer. - Auto2000

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah agen pemegang merek mobil di Indonesia telah mengumumkan lonjakan pesananan pada bulan pertama penerapan kebijakan PPnBM nol persen. Secara bulanan, surat pemesanan kendaraan (SPK) yang diterima pabrikan naik bahkan ada yang mencapai lebih dari dua kali lipat. 

Kendati demikian, hal tersebut belum cukup kuat menjadi indikasi pasar otomotif Tanah Air rebound. Hal ini disampaikan oleh Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto dalam diskusi virtual beberapa waktu lalu.

"PPnBM nol persen hasilnya sangat positif, tapi kita tahu regulasi ini memiliki time periode, jadi sebenarnya kita juga sedang mempelajari sampai akhir tahun akan seperti apa," katanya. 

Berdasarkan proyeksi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pasar otomotif akan terkerek 60.000 hingga 80.000 unit dengan adanya insentif pajak barang mewah. Dengan demikian pada 2021 diperkirakan, secara total, penjualan mobil penumpang dan kendaraan niaga akan naik 10 persen hingga 14 persen secara tahunan. 

Henry menambahkan pertumbuhan penjualan mobil akan tergantung dengan fasilitas produksi. Pasalnya saat ini pabrik masih melakukan penyesuaian dengan lonjakan permintaan setelah tertekan dihajar pandemi Covid-19. 

Terkait penerapan PPnBM nol persen terhadap mobil 1.500 cc, ada tiga model Toyota yang menikmati, yakni Avanza, Rush, dan Vios. Sepanjang Maret hingga tanggal 22 dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya, SPK Avanza naik 130,3 persen, Rush naik 163,4 persen, dan Vios melesat lebih dari 500 persen. 

Sementara itu, PT Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan bahwa laju penjualan mobil yang menerima insentif PPnBM nol persen tumbuh sebesar 80 persen sejak kebijakan itu diterapkan. Hal ini pun mengkatrol kinerja penjualan Honda sebesar yang naik 50 persen. 

Adapun pemerintah menerapkan insentif PPnBM sepanjang Maret-November dalam tiga tahap. Pada tahap pertama, Maret-Mei, mobil yang masuk ketentuan dibebaskan dari pajak barang mewah. 

Kemudian pada tahap kedua, pemerintah akan menanggung 50 persen PPnBM. Selanjutnya, atau tahap terakhir konsumen akan dibebankan tarif PPnBM sebesar 25 persen. 

Mobil yang masuk dalam daftar penerima insentif adalah kendaraan penumpang 4x2, termasuk sedan yang berkubikasi mesin hingga 1.500 cc dan diproduksi di Indonesia. Mobil tersebut juga harus memenuhi local purchase atau pembelian komponen lokal paling sedikit 70 persen. 

Saat ini pemerintah memiliki rencana memperluas cakupan insentif PPnBM. Pada bulan depan mobil dengan kubikasi mesin 1.500 cc hingga 2.500 cc, baik 4x2 maupun 4x2, akan mendapatkan diskon pajak barang mewah. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif mobil toyota honda PPnBM
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top