Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mobil-mobil yang “Mati” Tahun Ini, dari SUV hingga Hatchback

Alasannya beragam, ada yang karena tren permintaan terus turun hingga mengganti dengan model lain yang dinilai lebih diminati pasar.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 23 Maret 2021  |  16:00 WIB
Pengunjung memadati pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jakarta, Kamis (25/4/2019).  - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Pengunjung memadati pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jakarta, Kamis (25/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Perjalanan sebuah produk otomotif, khususnya mobil, pada akhirnya bermuara pada satu tujuan yakni perubahan. Entah melalui penyegaran model atau pun menghentikan penjualan dan menggantinya dengan model yang dinilai lebih diminati pasar.

Berdasarkan catatan Bisnis, ada sejumlah model yang “kalah” di arena pasar otomotif Tanah Air sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Alasannya beragam. Bisa jadi karena tren permintaan terus turun dan tak mampu lagi memenuhi selera pasar. 

Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM), mengatakan bahwa banyak faktor yang melingkungi agen pemegang merek untuk melakukan penyegaran atau refreshment terhadap suatu produk. 

“Di mana product cycle itu selalu melihat permintaan konsumen dan kondisi pasar yang bisa dilakukan melalui studi atau survei,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (23/3/2021). 

Pengertian umum product cycle adalah siklus hidup produk atau proses perjalanan dari suatu produk. Mulai dari produsen mengenalkan dan memasarkan produknya, hingga akhirnya tergantikan dengan produk lain yang lebih canggih serta terbaru. 

“Pada dasarnya product cycle itu 4 sampai dengan 5 tahun. Namun, bisa dipercepat atau diperpanjang tergantung strategi yang kami rencanakan berdasarkan tadi, yaitu permintaan pasar dan kondisi pasar seperti apa,” pungkasnya. 

Berikut daftar mobil yang laju penjualannya telah dihentikan perusahaan pada tahun ini: 

1. Honda Jazz

Segala kisah tentang Honda Jazz akhirnya resmi berakhir. HPM memutuskan untuk menyetop laju produksi mobil tersebut dan menggantikannya dengan Honda City Hatchback RS, yang diluncurkan pada 3 Maret 2021. Usai sudah perjalanan 17 tahun Honda Jazz, 

Yusak Billy mengatakan saat ini perusahaan tidak lagi memproduksi Honda Jazz. Pengiriman terakhir mobil tersebut dilakukan pada Februari 2021. 

“Sekarang, kami tidak produksi lagi [Honda Jazz]. Jadi, pengiriman Honda Jazz terakhir bulan lalu,” kata Billy. 

Berdasarkan data penjualan dari pabrik ke dealer atau wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi Honda Jazz sepanjang 2004 sampai dengan 2020 tercatat sebanyak 327.394 unit. 

2. Isuzu Panther 

PT Isuzu Astra Motor membuka tahun 2021 dengan mengumumkan bahwa produksi Isuzu Panther resmi dihentikan. Pernyataan ini disampaikan perusahaan pada 10 Februari 2021. 

Panther, yang pernah ditahbiskan sebagai ‘raja diesel’ tersebut mulai diproduksi di Indonesia sejak 1991. Mobil ini muncul sebagai pesaing ketat dari Toyota Kijang dan Mitsubishi Kuda di segmen mobil serbaguna medium. 

Selama perjalanannya di Indonesia, Isuzu mencatat bahwa Panther membukukan penjualan total sebanyak 433.117 unit, termasuk minibus dan pikap. 

Kabar mengenai berakhirnya produksi Isuzu Panther telah dimulai sejak awal 2020. Saat itu, Isuzu telah mengirimkan sinyal untuk mengakhiri riwayat model Panther ketimbang mengembangkannya, sehingga lolos standar emisi Euro 4. 

3. Nissan Terra 

Penjualan Nissan Terra di Indonesia tercatat sudah dihentikan sejak awal tahun ini. Dalam situs resmi Nissan, perusahaan tidak lagi memampang gambar sport utility vehicle (SUV) pesaing dari Fortuner dan Pajero tersebut. 

Adapun di situs resmi Nissan, SUV yang dijual saat ini hanya mencakup Nissan Magnite, Xtrail, dan Kicks e-Power. “Nissan Terra model saat ini sudah sold out jadi ditarik dari website supaya tidak membingungkan konsumen,” pungkas Head of Marketing-Communication Nissan Motor Distribution Indonesia (NMDI), Julian Olmon. 

Nissan Terra pertama kali dirilis dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) tahun 2018. Mobil yang didatangkan utuh dari Thailand itu dibekali mesin 2.488 cc bertenaga 187,4 Hp dan torsi 450 Nm. 

Menurut Gaikindo, wholesales Terra sepanjang 2020 mencapai 770 unit. Penjualan ini tak terlalu baik, sebab November dan Desember 2018 mobil ini hanya mampu terjual 793 unit, sedangkan Pajero Sport tembus 2.871 unit dan Fortuner 2.994 unit pada periode yang sama. 

4. Outlander Sport

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menyatakan bahwa penjualan Outlander Sport di Indonesia resmi dihentikan sejak awal 2021. Situs resmi MMKSI juga tidak lagi menampilkan gambar dari model tersebut. 

Tanda-tanda MMKSI menghentikan penjualan Outlander di Indonesia telah tercium sejak awal 2019. Saat itu, perusahaan memutuskan hanya menjual satu varian Outlander, dari sebelumnya memiliki empat tipe. 

Keputusan mengurangi varian Outlander tak terlepas dari kinerja penjualan model tersebut. Pada 2018, penjualan keseluruhan Outlander mencatatkan penjualan sebanyak 817 unit atau turun 12,2 persen dibandingkan capaian 2017 yakni 930 unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif mobil nissan toyota mitsubishi
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top