Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ribuan Avanza Kena Recall

Menurut laporan Toyota Malaysia, model Avanza yang terdampak masalah tersebut diproduksi pada Oktober 2017 sampai dengan Juni 2019.  
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 08 Maret 2021  |  15:24 WIB
New Avanza - toyota.astra.co.id
New Avanza - toyota.astra.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Toyota di Malaysia menarik kembali 3.923 unit Toyota Avanza, yang diduga mengalami permasalahan pada pompa bensin atau fuel pump.

Menurut laporan Toyota Malaysia, model Avanza yang terdampak masalah tersebut diproduksi pada Oktober 2017 sampai dengan Juni 2019.  

Kebijakan ini disebut sebagai kelanjutan dari program penarikan kembali fuel pump yang dilakukan Toyota Motor Corporation sejak 2020. Tercatat lebih dari 5,84 juta kendaraan Toyota di seluruh dunia mengalami masalah yang sama.

Komponen pompa bahan bakar atau fuel pump yang bermasalah dapat memungkinkan mesin berhenti beroperasi atau tidak dapat dinyalakan. Hal tersebut karena fuel pump berfungsi mengalirkan bahan bakar dari tangki ke mesin.

Kemungkinan terbesar dari masalah itu adalah impeller atau baling-baling rotor di dalam pompa bahan bakar memuai dan berubah bentuk, kemudian bergesekan dengan bagian di sekitarnya, sehingga impeller berhenti berputar.

Potensi mekanisme baling-baling yang berubah bentuk itu menyebabkan mesin menjadi kasar dan mati dalam kecepatan rendah. Dalam kemungkinan terendah, hal itu bisa terjadi ketika kendaraan sedang melaju dalam kecepatan tinggi, sehingga dapat menimbulkan kecelakaan.  

Selain Toyota, produsen lain seperti, Honda, Mitsubishi, dan Nissan juga pernah melakukan program recall karena masalah serupa. Honda, misalnya, harus menarik 85.025 unit, model Brio, Mobilio, Jazz, BR-V, HR-V, CR-V, Honda City, Civic, dan Accord, dengan tahun produksi antara 2017 – 2019. 

Sementara itu, Mitsubishi menerapkan kampanye perbaikan untuk model Xpander dengan tahun produksi 2017 hingga 2019. Program yang dimulai pada 22 Juni 2020 tersebut setidaknya mengidentifikasi 139.111 unit bermasalah.

Recall biasa dilakukan di industri otomotif. Penarikan kembali kendaraan disebabkan oleh malfungsi yang terjadi pada mesin, interior, ataupun komponen lainnya. Pemilik kendaraan yang terdampak dapat mengikuti program tersebut tanpa perlu mengeluarkan biaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif mobil toyota Avanza
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top