Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPnBM Nol Persen, Begini Rahasia Jual Cepat Mobil Lama

PPnBM nol persen yang diperkirakan mengkerek penjualan mobil baru diproyeksikan juga akan memberikan stimulus positif terhadap pasar mobil bekas.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  13:36 WIB
Pengunjung melintasi deretan mobil bekas yang dijual di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintasi deretan mobil bekas yang dijual di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Mulai Maret 2021, pemerintah memberikan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) nol persen untuk mobil penumpang 4x2 berkapasitas mesin dibawah 1.500 cc, termasuk sedan, yang kandungan lokalnya mencapai 70 persen. 

Insentif tersebut membuat harga mobil baru turun belasan juta rupiah bahkan ada yang puluhan juta rupiah. Penurunan harga mobil baru tersebut berdampak pada pasar mobil bekas.

Carsome Consumer Survey memperkirakan minat masyarakat untuk membeli dan menjual mobil akan mencapai puncak mulai April 2021. Dengan adanya insentif PPnBM nol persen ini, tren tersebut bisa datang lebih cepat. 

General Manager Carsome Indonesia Delly Nugraha, meyakini bahwa insentif pajak ini akan mendorong permintaan yang lebih besar untuk mobil baru. Pada saat bersamaan, fenomena tersebut akan mendorong suplai mobil bekas. 

“Ketika masyarakat beralih ke mobil baru, akan ada peningkatan suplai untuk mobil bekas. Carsome mengantisipasi akan ada lebih banyak orang yang membutuhkan layanan Carsome untuk menjual mobil mereka saat ini,” ujarnya Rabu, (3/3/2021). 

Namun, sebelum membeli mobil baru dengan PPnBM nol persen, apa saja hal yang harus diperhatikan jika ingin menjual mobil lama? 

Berikut adalah beberapa tips dari Carsome untuk menjual mobil lama Anda dengan mudah: 

1. Periksa kondisi mesin dan kelengkapan mobil 

Kesehatan mesin, kaki-kaki, termasuk interior selalu menjadi sorotan dalam ketika akan membeli mobil bekas. Periksakan kondisi mesin apakah ada tetesan oli, dan bunyi-bunyi yang terdengar cukup kasar. 

Periksa apakah pada bagian shockbreaker, stir, per, dan roda ada bunyi-bunyi yang tidak wajar. Tidak seperti kondisi interior yang kasat mata, kondisi mesin dan kaki-kaki yang tidak sehat kadang tidak terlihat jelas dan membutuhkan pemeriksaan oleh montir profesional. 

2. Cuci dan lakukan detailing mobil 

Cuci dan lakukan detailing mobil secara menyeluruh, termasuk bagian kolong mobil. Hal ini diperlukan agar mobil terlihat lebih cantik dan terawat seperti saat awal beli. 

Pembeli pun tidak ragu memberi harga tinggi karena mobil tampak menarik. Sertakan juga bukti perawatan rutin sebagai nilai tambah untuk penjualan mobil Anda. 

3. Ketahui harga jual sesuai kondisi mobil

Langkah selanjutnya adalah mencari tahu harga mobil Anda yang sesuai dengan keadaan mobil. Harga sebuah mobil dipengaruhi oleh banyak faktor seperti pajak, kesehatan mesin, jumlah kilometer, hingga keadaan interior dan eksterior.  

4. Persiapkan dokumen-dokumen penting 

Kelengkapan dokumen juga menjadi pertimbangan calon pembeli ketika hendak membeli mobil. Untuk itu, siapkan semua dokumen yang dibutuhkan, di antaranya BPKB, STNK dan lembar pajak, bukti pembelian, Form A dan salinan KTP pemilik mobil, serta kwitansi kosong untuk mempermudah balik nama kendaraan.

5. Pilih platform yang anti repot dan prosesnya mudah 

Menjual mobil bekas bisa menjadi proses yang melelahkan dan memakan waktu, apalagi dengan keterbatasan tatap muka langsung selama pandemi Covid-19. Penting untuk memilih platform online dengan pengalaman jual mobil minim bertatap muka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif PPnBM mobil bekas Harga Mobil
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top