Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pabrikan Motor Bersatu Bikin Standar Baterai, Siapa Saja?

Anggota pendiri konsorsium yakin standarisasi baterai motor listrik akan mendorong penggunaan secara luas dan berkontribusi pada manajemen siklus hidup yang lebih berkelanjutan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 02 Maret 2021  |  14:12 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) bersiap mengendarai motor listrik saat diluncurkan sebagai kendaraan dinas Kementerian Perhubungan di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (16/12/2020).  - ANTARA FOTO
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) bersiap mengendarai motor listrik saat diluncurkan sebagai kendaraan dinas Kementerian Perhubungan di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (16/12/2020). - ANTARA FOTO

Bisnis.com, JAKARTA - Pabrikan otomotif Jepang, Honda mengumumkan telah menandatangani letter of intent dengan KTM, Piaggio, dan Yamaha Motor dalam rangka mendirikan konsorsium baterai untuk sepeda motor dan kendaraan listrik ringan.

Tujuan konsorsium adalah untuk menentukan spesifikasi teknis standarisasi dari sistem baterai yang dapat ditukar untuk kendaraan yang termasuk dalam kategori-L, meliputi moped, sepeda motor, sepeda motor roda tiga, dan sepeda motor roda empat.

Melalui kerja sama dengan para pemangku kepentingan dan badan standarisasi nasional, Eropa, dan internasional, para anggota pendiri konsorsium akan terlibat dalam pembuatan standar teknis internasional.

Anggota pendiri konsorsium yakin hal itu akan mendorong penggunaan kendaraan listrik ringan secara luas dan berkontribusi pada manajemen siklus hidup yang lebih berkelanjutan.

"Mempertimbangkan kenyamanan pelanggan, standarisasi baterai yang dapat ditukar dan adopsi sistem baterai yang luas sangat penting, itulah sebabnya empat produsen anggota setuju untuk membentuk konsorsium," kata Pengelola Pengoperasian Sepeda Motor Honda Motor Noriaki Abe, menguti situs resmi Honda, Selasa (2/3/2021).

Selain itu, dengan memperluas jangkauan, mempersingkat waktu pengisian, dan menurunkan biaya kendaraan dan infrastruktur, pabrikan akan mencoba menjawab kekhawatiran utama pelanggan mengenai masa depan mobilitas listrik.

"Upaya elektrifikasi di seluruh dunia untuk mengurangi CO2 dalam skala global semakin cepat, terutama di Eropa. Untuk adopsi sepeda motor listrik secara luas, masalah seperti jarak perjalanan dan waktu pengisian perlu diatasi, dan baterai yang dapat ditukar adalah solusi yang menjanjikan," tambah Abe.

Konsorsium akan memulai kegiatannya pada Mei 2021. Keempat pendiri mendorong semua pemangku kepentingan yang berminat untuk bergabung dalam kerja sama untuk memperkaya keahlian konsorsium.

"Honda melihat meningkatkan penggunaan lingkungan pelanggan sebagai area untuk menjajaki kerja sama dengan produsen lain, sambil menghadirkan produk dan layanan yang lebih baik kepada pelanggan melalui persaingan. Honda akan bekerja keras di kedua sisi untuk menjadi pabrikan 'pilihan' untuk mobilitas pelanggan," ujar Abe.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

honda yamaha Kendaraan Listrik Sepeda Motor Listrik
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top