Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mungkinkah Pandemi Bawa Keuntungan bagi Industri Otomotif?

Industri otomotif perlu melakukan transformasi digital agar dapat memenuhi permintaan pelanggan yang diprediksi melonjak pada 2021.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  14:51 WIB
Display penjualan mobil baru di salah satu dealer Honda di Jakarta, Selasa (28/1/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Display penjualan mobil baru di salah satu dealer Honda di Jakarta, Selasa (28/1/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Mendung kadang tak berarti hujan, begitu pun Covid-19. Meski telah meluluhlantakkan penjualan otomotif hampir sepanjang 2020, pandemi setidaknya telah mengubah perspektif masyarakat dalam memilih moda transportasi sehari-hari.

Hasil riset bertajuk Indonesian Autos, yang dilakukan HSBC Global Research, menyebutkan 90 persen responden memilih menggunakan kendaraan pribadi sebagai alat transportasi agar terhindar dari virus.

Research Specialist Mandiri Institute juga mengungkapkan tanda-tanda peningkatan penjualan mobil sudah mulai terlihat di penghujung tahun. Tren positif ini diprediksi meningkat hingga 38,7 persen atau setara dengan 843.000 unit pada 2021.

Hendra Noor Saleh, pengamat otomotif sekaligus Presiden Direktur Dyandra Promosindo mengatakan industri otomotif perlu melakukan transformasi digital agar dapat memenuhi permintaan pelanggan yang diprediksi melonjak pada 2021.

“Di tengah tekanan yang diakibatkan pandemi Covid-19, industri otomotif harus bergerak cepat dan bertransformasi secara digital,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, melalui penerapan teknologi akan muncul kekuatan baru bagi industri otomotif, terutama dalam hal meningkatkan kualitas pelayanan dan interaksi dengan konsumen.

Sejauh ini, pasar otomotif memang telah menunjukkan pemulihan secara bertahap hingga November 2020, setelah terpuruk pada kuartal II/2020.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat kinerja penjualan ritel otomotif pada November 2020 tumbuh 21,2 persen dibandingkan Oktober, yakni dari 46.284 unit menjadi 56.106 unit.

Sementara itu, kinerja penjualan dari pabrik ke dealer atau wholesales naik tipis 9,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Gaikindo mencatat wholesales pada November menyentuh angka 53.844 unit, sedangkan Oktober 49.018 unit.

Tren pemulihan dan perubahan perilaku konsumen otomotif di tengah masa pandemi ini diperkirakan ikut mengerek kinerja industri mobil bekas.

Co-Founder Carro Aditya Lesmana menyatakan situasi penuh ketidakpastian akibat pandemi akan melambungkan jual beli mobil bekas. “Kami percaya bahwa pada tahun 2021, penjualan mobil bekas akan semakin meningkat,” kata Aditya.

Hasil studi OLX Autos berjudul Used Cars Industry Behavior Shift menyatakan ada lima hal yang akan menjadi tren jangka panjang di pasar mobil bekas. Di antaranya, pengguna cenderung memilih mobil pribadi sebagai pendukung aktivitas dan transaksi jual beli mobil bekas akan bergeser ke bentuk digital.

Para pelanggan juga diprediksi cenderung mencari transaksi yang lebih aman dengan one-stop shop end-to-end services.

CEO OLX Autos Indonesia Johnny Widodo mengatakan perubahan perilaku konsumen otomotif Tanah Air di tengah pandemi Covid-19 akan membawa pasar mobil bekas terus bertumbuh sejalan dengan perubahan preferensi konsumen.

“Selain itu, pelaku industri juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen dengan memberikan transaksi yang lebih aman. Bersama dengan stimulus yang tepat dari pemerintah akan membantu mendorong pertumbuhan kategori tersebut,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri otomotif mobil bekas Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top