Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Thailand Rilis Paket Baru Insentif Kendaraan Listrik, Ini Detilnya

Thailand menyetujui banyak insentif anyar yang mencakup mobil listrik, bus, truk, sepeda motor, dan kapal untuk mempromosikan produksi lokal kendaraan listrik dan rantai pasokannya.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 09 November 2020  |  10:00 WIB
Mobil listik BMW i3 ke-200.000 unit menjalani pemeriksaan akhir di fasilitas perakitan BMW di Leipzig, Jerman. BMW juga memiliki fasilitas produksi mobil listrik dan baterai di Thailand.  - BMW Group.
Mobil listik BMW i3 ke-200.000 unit menjalani pemeriksaan akhir di fasilitas perakitan BMW di Leipzig, Jerman. BMW juga memiliki fasilitas produksi mobil listrik dan baterai di Thailand. - BMW Group.

Bisnis.com, JAKARTA - Persaingan memperebutkan investasi di sektor manufaktur kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara makin ketat, setelah Thailand meluncurkan paket insentif baru.

Sebelumnya, Indonesia telah merilis perpres percepatan kendaraan bermotor listrik di jalan raya dengan segudang insentifnya, adapun Singapura telah menggaet Hyundai untuk membangun pusat riset dan pengembangan pabrikan Korea itu.

Terbaru, pemerintah Thailand menyetujui banyak insentif anyar yang mencakup mobil listrik, bus, truk, sepeda motor, dan kapal untuk mempromosikan produksi lokal kendaraan listrik dan rantai pasokannya.

Paket baru, disetujui oleh Dewan Investasi negara yang diketuai oleh Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha, termasuk pembebasan pajak tiga tahun untuk produsen kendaraan hibrida plug-in dan pembebasan pajak penghasilan badan delapan tahun untuk pembuat kendaraan listrik baterai.

Insentif, yang menggantikan serangkaian manfaat yang berakhir pada 2018, "akan mempercepat pengembangan produksi EV dan rantai pasokan terkait di Thailand, dan memungkinkan seluruh sektor bergerak ke tingkat yang lebih tinggi," kata Duangjai Asawachintachit, sekretaris jenderal dewan, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikutip Bloomberg.

Proyek BNEF

Thailand, yang sudah menjadi pusat produksi mobil di Asia Tenggara, berupaya memposisikan dirinya sebagai pusat kendaraan bertenaga baterai karena negara-negara bersaing untuk menarik investasi dari pembuat mobil global.

Kombinasi kebijakan dan insentif nasional Thailand diklaim paling maju di kawasan ini, menurut BNEF.

Berikut detil utama dari paket tersebut adalah:

(1) Produsen kendaraan roda empat harus menginvestasikan minimal 5 miliar baht (US$161 juta) agar memenuhi syarat untuk mendapatkan keringanan pajak.

(2) Mereka yang berinvestasi kurang dari 5 miliar baht akan mendapatkan pembebasan pajak selama 3 tahun

(3) Perusahaan yang berinvestasi untuk memproduksi sepeda motor, roda tiga, bus, dan truk berhak mendapatkan pembebasan pajak penghasilan badan selama 3 tahun.

(4) Produsen kapal bertenaga listrik dengan tonase kotor kurang dari 500 akan mendapatkan keringanan pajak penghasilan badan selama delapan tahun

(5) Untuk suku cadang penting termasuk harness tegangan tinggi, roda gigi reduksi, sistem pendingin baterai, dan sistem pemutusan regeneratif, proyek akan menerima pembebasan pajak perusahaan selama delapan tahun.

(6) Proyek untuk produksi modul baterai dan sel untuk pasar lokal akan mendapatkan pengurangan bea masuk sebesar 90% selama dua tahun untuk bahan mentah atau bahan penting yang tidak tersedia di Thailand.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kendaraan Listrik Pabrik Mobil
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top