Bisnis.com, JAKARTA - Yamaha e-Vino resmi meluncur di pasar Jepang setelah pada 2015 diperkenalkan dalam ajang Tokyo Motor Show.
Yamaha e-Vino memiliki tampilan luar yang lucu, sehingga berpotensi menarik para pengendara baru yang belum pernah menggunakan skuter. Motor ini memiliki bobot 68 kg ditambah 6 kg baterai lithium-ion 50v.
Motor jelas ditujukan sebagai kendaraan perkotaan skala kecil karena jangkauan dengan muatan penuh hanya mencapai 29 km. Sementara dengan baterai cadangan, motor ini mampu menempuh jarak hingga 58 km. Adapun kecepatan maksimalnya 44 km/jam.
Waktu pengisian daya memakan waktu sekitar tiga jam menggunakan stopkontak standar Jepang. Waktu tersebut tampaknya masuk akal jika Anda bepergian ke kantor, sekolah, atau ke rumah. Sebab, motor ini bisa diisi ulang selama penggunanya beraktivitas.
Yamaha E-Vino dilengkapi indikator Engine Warning Light, yang berfungsi memberikan sinyal saat jantung pacunya memiliki masalah. Baterainya juga dilengkapi Self Gathered Stick yang berfungsi memberikan informasi terkait kerusakan pada baterai dan jangka waktu pemakaiannya.
Selain itu, e-Vino memiliki dua mode berkendara, yakni Standar dan Power Mode. Ada pula fungsi Boosy yang mampu meningkatkan daya selama 30 detik guna membantu penggunanya mengatasi jalan perbukitan.
Baca Juga
Tak berhenti di sana, E-Vino dilengkapi dengan Yamaha Integrated Power Unit atau semacam ECU yang terdapat pada motor biasa. Yamaha Integrated Power Unit berfungsi mengendalikan dan mengatur besarnya putaran gas dan torsi yang dikeluarkan ban belakang.
e-Vino mulai dipasarkan di Jepang dengan harga mulai 259.600 yen atau sekitar Rp36 juta. Di Jepang, para pembeli motor ini mendapatkan subsidi dari pemerintah sehingga mampu menghemat biaya sekitar Rp3,5 juta. Potongan ini bisa didapat asalkan penggunaanya untuk pribadi.