Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Komponen Otomotif Berharap Regulasi Turunan UU Ciptaker Berkeadilan

Pelaku industri komponen otomotif berharap UU Omnibus Law Cipta Kerja membuahkan regulasi turunan yang berkeadilan baik bagi industri besar, menengah kecil, hingga karyawan perusahaan.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  14:59 WIB
 Seorang mekanik memeriksa komponen kendaraan. foto ANTARA
Seorang mekanik memeriksa komponen kendaraan. foto ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku industri komponen otomotif berharap UU Omnibus Law Cipta Kerja membuahkan regulasi turunan yang berkeadilan baik bagi industri besar, menengah kecil, hingga karyawan perusahaan.

Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) Wan Fauzi mengaku hingga saat ini belum membaca secara cermat berbagai perubahan yang baru saja dirumuskan pemerintah dan disetujui DPR-RI.

Namun, melihat kegaduhan yang terjadi, dia berharap UU ini akan memiliki regulasi teknis yang baik untuk semua pelaku industri.

"Harapanya bisa win-win solution karena saya bukan dari industri besar jadi mewakili separuh buruh. Peraturan tidak boleh disamaratakan antara industri besar dan kecil termasuk untuk pekerjanya, jangan sampai terkesan membela yang kecil tetapi menguntungkan yang besar saja," kata Fauzi kepada Bisnis, Selasa (13/10/2020).

Fauzi tak menampik selama ini memang beban untuk karyawan perusahaan cukup besar di Tanah Air, salahnya lagi diatur sama rata antara perusahaan besar dan kecil. Padahal, kemampuan keuangan antarperusahaan ini jelas berbeda.

Dia mencontohkan di kawasan tempatnya berusaha di Cikarang, gaji karyawan dipatok minimal sekitar Rp4,5 juta untuk semua perusahaan. Untuk itu, dalam hal ini sebaiknya pemerintah mampu memberikan skema yang lebih bijak.

"Namun, bukan juga dengan pengurangan atau pembebasan pesangon karyawan, karena karyawan jatuhnya akan masa bodoh dengan produktivitas padahal dalam manufaktur tak bisa lepas dari kinerja banyak karyawan," ujar Fauzi.

Menurutnya, saat ini 60-70 persen beban perusahaan komponen rerata habis untuk material dan selebihnya harus dibagi untuk upah karyawan dan keuntungan. Alhasil, jika tersisa 5 persen saja untuk keuntungan perusahaan sudah sangat bersyukur.

Apalagi pandemi Covid-19 yang menyerang hampir 8 bulan ini juga sudah membawa tekanan yang berat. Alhasil, pengurangan jumlah hingga gaji karyawan adalah kondisi yang tidak terhindarkan.

"Selama ini memang belum ada regulasi yang menguntungkan industri kecil, kemarin ada pengurangan pajak pembeluan mobil yang dapat untung ya perusahaan otomotif besarnya kami-kami ini tidak dapat apa-apa," kata Fauzi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Komponen Otomotif cipta kerja
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top