Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pajak Kendaraan 0 Persen Diterapkan, Gaikindo Prediksi Model Ini Paling Laris

Hingga September 2020, segmen LCGC memiliki pangsa pasar sebesar 25 persen dari total penjualan mobil di Indonesia.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  22:34 WIB
 Karyawan sedang menunggu konsumen di samping deretan bursa mobil bekas di Jakarta, Minggu (4/2). Tren penjualan mobil bekas di 2018 diprediksi meningkat disebabkan peningkatan produksi produk baru yang beragam terutama segemen Low Cost Green Car (LCGC). - Bisnis.com/Felix Jody Kinarwan
Karyawan sedang menunggu konsumen di samping deretan bursa mobil bekas di Jakarta, Minggu (4/2). Tren penjualan mobil bekas di 2018 diprediksi meningkat disebabkan peningkatan produksi produk baru yang beragam terutama segemen Low Cost Green Car (LCGC). - Bisnis.com/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Wacana pemerintah untuk menerapkan pajak 0 persen bagi kendaraan roda empat diprediksi akan melambungkan permintaan model low cost green car (LCGC).

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan apabila kebijakan itu terealisasi, LCGC akan menjadi primadona karena harganya yang relatif murah.

"Masyarakat Indonesia rata-rata daya belinya untuk mobil-mobil yang harga di bawah Rp300 juta," ujar Kukuh dalam diskusi daring beberapa waktu lalu.

Menurutnya, mobil LCGC adalah model yang siap dikonsumsi masyarakat jika pembebasan pajak mobil diberlakukan. Hingga September 2020, segmen LCGC memiliki pangsa pasar sebesar 25 persen dari total penjualan mobil di Indonesia.

Dengan jumlah itu, Kukuh mengatakan LCGC menjadi salah satu segmen paling gemuk, selain mulitpurpose vehicle (MPV) dan sport utility vehicle (SUV).

Honda Prospect Motor menjadi salah satu agen pemegang merek yang menyandarkan fokus penjualannya di segmen ini lewat model Honda Brio.

Berdasarkan data penjualan Honda pada Agustus 2020, Brio menjadi penopang dengan penjualan mencapai 4.865 unit. Dari jumlah itu, Brio Satya menyumbang 1.883 unit, sedangkan Brio RS 621 unit.

Kendati diprediksi menjadi primadona, hal itu tentu akan sia-sia apabila kebijakan pajak 0 persen tidak jadi diterapkan. Bahkan, berlarutnya wacana ini akan membuat konsumen menunda pembelian.

Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra mengatakan realisasi pembebasan pajak yang terlalu lama diterapkan dapat membuat  konsumen menunda pembelian, khususnya di segmen kendaraan penumpang.

"Jadi, kalau kondisi makin susah, wacana berlarut-larut bisa membuat susah produsen," ujar Donny.

Kementerian Perindustrian telah mengusulkan relaksasi pajak 0 persen untuk pembelian mobil baru. Namun, usulan tersebut masih dalam tahap awal untuk mendapatkan persetujuan banyak pihak.

Adapun, komponen pajak kendaraan bermotor terdiri atas Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan Bea Balik Nama (BBN).

Donny menyatakan relaksasi pajak dari pemerintah dapat meningkatkan kinerja penjualan dari para produsen otomotif. Dengan demikian, proses pemulihan di sektor otomotif bisa semakin cepat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil LCGC
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top