Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usai Jual Bugatti, VW Siap Lepas Lamborghini

Grup Volkswagen sedang meninjau ulang masa depan dari merek-merek mewah berperforma tinggi, yaitu Lamborghini, Bugatti, dan Ducati.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 02 Oktober 2020  |  16:12 WIB
Lamborghini Sian Roadster di Mudetec.  - Lamborghini
Lamborghini Sian Roadster di Mudetec. - Lamborghini

Bisnis.com, JAKARTA - Grup Volkswagen sedang meninjau ulang masa depan dari merek-merek mewah berperforma tinggi, yaitu Lamborghini, Bugatti, dan Ducati.

Seperti yang diberitakan Automotive News Europe, langkah itu diambil Volkswagen (VW) untuk fokus memproduksi mobil listrik dan otonom secara massal

Menurut laporan perusahaan bulan lalu, VW sedang dalam pembicaraan untuk menjual Bugatti ke spesialis mobil listrik asal Kroasia, Rimac. Usai Bugatti, VW dikabarkan siap melepas Lamborghini ke pasar saham.

Eksekutif perusahaan mengatakan bahwa VW Group, yang juga memiliki merek VW, Audi, Porsche, Seat dan Skoda, sedang meninjau sumber daya VW dalam mengembangkan platform listrik.

Oleh karena itu, VW menyiapkan opsi seperti restrukturisasi, dan pencatatan atau penjualan, Keputusan akhir dari seluruh rencana tersebut akan keluar awal November nanti.

CEO VW Herbert Diess saat ini sedang menghadapi pilihan sulit guna mencari cara baru untuk mendanai perpindahan dari mesin berbahan bakar ke platform listrik.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Diess menolak untuk mengomentari masa depan merek-merek berperforma tinggi. Namun, dia mengakui bahwa Volkswagen perlu mengubah diri untuk menghadapi era mobil listrik dan otonom.

"Kami terus melihat portofolio merek kami. Terutama yang selama fase perubahan mendasar dalam industri ini. Mengingat pasar terganggu, kami harus fokus dan bertanya pada diri sendiri apa arti transformasi bagi masing-masing bagian grup," ujar Diess.

Menurutnya, merek harus diukur dengan persyaratan baru, seperti elektrifikasi, jangkauan, digitalisasi dan konektivitas kendaraan. "Ada ruang baru untuk bermanuver dan setiap merek harus menemukan tempat baru," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lamborghini Volkswagen AG Bugatti
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top