Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19, Road Map Kendaraan Listrik Tak Berubah

Tak seperti jadwal implementasi Standar Euro 4 untuk mobil diesel yang mundur, roadmap pengembangan industri kendaraan bermotor listrik dipastikan tidak mengalami perubahan akibat pandemi Covid-19.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  13:00 WIB
Penumpang melakukan tapping saat menaiki bus listrik Transjakarta di Terminal Blok M, Jakarta, Senin (13/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Penumpang melakukan tapping saat menaiki bus listrik Transjakarta di Terminal Blok M, Jakarta, Senin (13/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Tak seperti jadwal implementasi Standar Euro 4 untuk mobil diesel yang mundur, roadmap pengembangan industri kendaraan bermotor listrik dipastikan tidak mengalami perubahan akibat pandemi Covid-19.

Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, mengatakan program percepatan program pengembangan industrik kendaraan bermotor tidak berubah, meski saat ini ada pandemi Covid-19.

"Meski ada pandemi Covid-19, roadmap pengembangan industri kendaraan bermotor listrik tidak berubah, ini komitmen para pabrikan kendaraan bermotor. Ini termasuk ekspornya," ujarnya dalam webinar Harmonisasi Regulasi Kendaraan Listrik, Rabu (29/7/2020).

Berdasarkan peta jalan tersebut, produksi mobil dan sepeda motor yang termasuk low carbon emission vehicle (LCEV) pada 2020 ditargetkan masing-masing 10 persen, dan meningkat menjadi 20 persen pada 2025.

Pada akhir 2022, tahapan produksi untuk semua segmen kendaraan telah masuk perakitan utuh, kecuali untuk segmen komersial seperti bus dan truk yang telah maju ke tahap IKD (incompletely knock down). Artinya, ada sejumlah komponen utama kendaraan sudah bisa diproduksi di dalam negeri.

Tahun ini, pemerintah menargetkan ekspor kendaraan bermotor beroda empat atau lebih mencapai 250.000 unit, dan meningkat menjadi 310.000 unit pada 2025.

Adapun ekspor sepeda motor pada tahun ini ditargetkan sebanyak 750.000 unit dan meningkat menjadi sebanyak 1,1 juta unit pada 2025.

Putu mengatakan pemerintah telah menyediakan sejumlah insentif untuk mempercepat program kendaraan terelektrifikasi, baik berupa insentif fiskal, maupun nonfiskal, yang bisa dinikmati oleh pabrikan maupun konsumen.

Bagi konsumen, insentif diberikan dalam bentuk perpajakan, fasilitas kredit pemilikan kendaraan listrik, hingga biaya terkait dengan listrik. Kalangan APM juga menyediakan berbagai promo kendaraan listrik.

Adapun bagi pabrikan, pemerintah menyediakan insentif berupa tax holiday, tax allowance, pembebasan bea masuk impor, bea masuk ditanggung pemerintah, tax deduction dan investmen allowance.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kendaraan Listrik pandemi corona
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top