Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inilah 7 Tips Hindari Mobil Terbakar

Ada sejumlah hal yang menyebabkan terjadi kebakaran mobil. Oleh sebab itu, cermati tujuh tips pencegahannya.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  20:09 WIB
Ilustrasi mobil terbakar./Antara - Irsan Mulyadi
Ilustrasi mobil terbakar./Antara - Irsan Mulyadi

Bisnis.com, JAKARTA – Mobil diproduksi dengan melewati beragam standar keamanan, tetapi kadang muncul kejadian mobil terbakar. Banyak asumsi pemicu mobil tiba-tiba terbakar, salah satunya hubungan arus pendek.

Riecky Patrayudha, 4W, 2W & Marine Service Director, PT Suzuki Indomobil Sales, mengatakan semua sistem pada kendaraan sudah didesain dan diuji coba dari sisi kenyamanan, keselamatan, tenaga, dan kecepatan sesuai dengan jenis kendaraan.

"Pemasangan dan kapasitas komponen kelistrikan pun didesain agar saat terjadi kegagalan pada sistem kelistrikan tidak terjadi hubungan pendek arus listrik yang dapat menyebabkan mobil terbakar," ungkapnya melalui keterangan resmi pada Selasa (28/7/2020).

Riecky menjelaskan khusus untuk mobil Suzuki, konsumen dapat berkonsultasi melalui Hallo Suzuki termasuk untuk layanan untuk home service, pick up service, dan Suzuki Emergency Roadside Assistance (SERA).

Lebih lanjut, dia memberikan beberapa kiat untuk mencegah dan meminimalisasi potensi mobil terbakar akibat kelalaian pengguna.

  1. Selalu cek ruang mesin kendaraan

Terkadang saat kita sedang membersihkan mesin mobil, kain lap atau material lain tertinggal atau jatuh ke arah knalpot. Hal ini berbahaya karena berpotensi menimbulkan kebakaran. Untuk itu, selalu cek ruang mesin dengan teliti apakah ada barang yang mudah terbakar tertinggal sebelum menutup kap mesin.

  1. Pastikan tutup oli terpasang rapat

Kebakaran bisa juga akibat kebocoran oli karena tutup oli tidak terpasang dengan benar. Hal ini disebabkan saat mesin hidup, cipratan oli yang keluar dari lubang pengisian oli berpotensi menetes ke knalpot yang panas dan dapat mengubah percikan oli tersebut menjadi api.

  1. Hati–hati dalam menginstalasi kabel dan konektor listrik aksesoris tambahan

Saat memasang aksesori kelistrikan, dianjurkan untuk menggunakan sekring sebagai pengaman, karena apabila tidak dihiraukan, kabel berpotensi meleleh dan menyebabkan mobil terbakar.

Selain itu, sekring yang terpasang jauh dari sumber listrik (baterai) dan terminal konektor yang longgar juga dapat mengakibatkan panas berlebih dan menimbulkan percikan api.

"Apabila ingin mengubah Audio kami sarankan untuk datang ke diler resmi Suzuki dan menggunakan Suzuki Genuine Accessories, karena produk yang dipilih untuk aplikasi pasti sesuai standar," kata Riecky.

  1. Hindari penggantian headlamp atau foglamp dengan daya watt yang besar

Sangat tidak dianjurkan untuk mengganti bohlam headlamp atau foglamp dengan watt yang lebih besar atau menggunakan produk after market yang tidak resmi.

Kapasitas watt yang lebih besar dari standar akan menyebabkan baterai/aki terkuras dan berpotensi mengakibatkan panas yang mampu mengakibatkan kebakaran.

  1. Pastikan menempatkan mobil jauh dari bahan yang mudah terbakar

Hindari menempatkan mobil saat mesin hidup di dekat benda yang mudah terbakar, seperti ranting, sampah, kertas, dan plastik. Apabila benda-benda tersebut menempel ke knalpot, kendaraan dapat berpotensi terbakar tiba-tiba.

  1. Tidak meninggalkan powerbank yang masih terpasang di soket pengisian

Hindari mengisi daya powerbank melalui soket mobil jika mobil akan ditinggalkan dalam waktu lama. Pengisian daya powerbank yang masih terpasang di soket, dapat menyebabkan korsleting pada baterai dan berpotensi meledak.

  1. Hati-hati saat menyimpan korek api ke dalam kendaraan

Tanpa disadari, terkadang kita membawa korek api gas dan menyimpannya di dalam kendaraan seperti di dasbor atau laci. Apabila terjadi guncangan atau suhu di dalam kendaraan panas, korek api mudah meledak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil kebakaran
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top