Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Opel Ascona 1.8i, Mobil Jerman Pertama dengan Catalytic Converter Eropa

Sekitar 35 tahun silam, era catalytic converter dimulai di Opel. Pada 1985, Ascona 1.8i menjadi mobil Jerman pertama dengan catalytic converter yang dikembangkan khusus untuk pasar Eropa, bukan modifikasi produk dari Amerika Serikat.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  14:40 WIB
Opel Ascona 1.8i. Pengguna pertama Ascona 1.8i adalah Kepolisian Rhineland-Palatinate, yang mana model ini menggunakan catalytic converter tiga arah yang diproduksi pada 7 Desember 1984.  - OPEL
Opel Ascona 1.8i. Pengguna pertama Ascona 1.8i adalah Kepolisian Rhineland-Palatinate, yang mana model ini menggunakan catalytic converter tiga arah yang diproduksi pada 7 Desember 1984. - OPEL

Bisnis.com, JAKARTA - Sekitar 35 tahun silam, era catalytic converter dimulai di Opel. Pada 1985, Ascona 1.8i menjadi mobil Jerman pertama dengan catalytic converter yang dikembangkan khusus untuk pasar Eropa, bukan modifikasi produk dari Amerika Serikat.

Pengguna pertama Ascona 1.8i adalah Kepolisian Rhineland-Palatinate, yang mana model ini menggunakan catalytic converter tiga arah yang diproduksi pada 7 Desember 1984.

Tahun berikutnya, Opel memperkenalkan catalytic converter di berbagai model, mulai dari Corsa, Kadett dan Ascona, Rekord, Monza, hingga Senator. Pabrikan Jerman ini adalah merek Eropa pertama yang menawarkan standar catalytic converters tiga arah.

Insinyur Opel sangat menyadari bahwa kondisi lalu lintas Eropa mengharuskan teknologi dan kualitas yang sesuai. Karena itu mereka mengembangkan catalytic converter terutama untuk kondisi berkendara di Eropa - seperti yang akan terjadi pada bodywork, suspensi, mesin, dan rem.

Bagi Opel, itu lebih dari sekadar memasang catalytic converter di sistem pembuangan. Mengurangi emisi melalui catalytic converter merupakan operasi rumit pada organ internal mobil.

Dibandingkan dengan mobil konvensional, desain kendaraan dengan catalytic converter membutuhkan banyak perubahan. Misalnya, konverter memancarkan banyak panas ketika mencapai suhu operasinya (600 oCelcius). Oleh karena itu komponen yang peka terhadap panas dan kompartemen penumpang memerlukan perlindungan reflektif.

Agar catalytic converter dapat beroperasi pada efisiensi optimal, diperlukan sistem persiapan campuran elektronik dan banyak kontrol, yang selanjutnya membuat modifikasi lebih lanjut diperlukan. Bahkan leher pengisi tangki bahan bakar membutuhkan desain ulang untuk mencegah pengemudi dari keliru mengisi tangki dengan bensin bertimbel bukan bensin tanpa timbal.

Untuk pengembangan catalytic converter dan mobil ramah lingkungan, Opel berkomitmen lebih dari 1 miliar Deutsche Mark (DM) serta ratusan insinyur. Perusahaan menginvestasikan DM 100 juta untuk rig uji baru dan peralatan uji untuk ketahanan dan pengujian kecepatan tinggi.

Fasilitas baru itu termasuk "menara rendam" setinggi 13 lantai. Di gedung terisolasi, lebih dari 130 mobil disiapkan secara bersamaan untuk pengujian emisi. Standar mengharuskan bahwa, sebelum uji emisi, setiap mobil harus disimpan setidaknya 12 jam pada suhu 20 oCelcius hingga 25 oCelcius.

Selain menawarkan mobil dengan catalytic converter tiga arah yang dipasang di pabrik, Opel menawarkan kit untuk perbaikan. Namun, produsen mobil itu tidak puas hanya berinovasi dalam teknologi.

Perusahaan juga melakukan edukasi tentang catalytic converter. Opel juga membuka hotline telepon untuk merespons pertanyaan yang akan dijawab dari para ahli perusahaan.

Hari ini, 35 tahun setelah memperkenalkan catalytic converter tiga arah pada Ascona 1.8i, Opel terus mengambil tanggung jawabnya terhadap lingkungan dengan serius.

Mengikuti Opel Grandland X sebagai plug-in hybrid dan baterai yang didukung Opel Corsa-e, merek baru-baru ini meluncurkan Mokka-e baru, Vivaro-e dan Zafira-e Life, semua dengan penggerak listrik murni dan oleh karena itu niremisi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

opel Mobil Legendaris Opel Ascona
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top