Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hyundai Gandeng SK Group Kembangkan Baterai Masa Depan

Hyundai Motor dan SK Group membahas kolaborasi pengembangan teknologi baterai kendaraan listrik generasi mendatang, chip manajemen daya, dan platform baterai sebagai layanan (Baas).
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  13:40 WIB
SK Innovation, merupakan salah satu perusahaan energi dan kimia terbesar Korea Selatan. - SK innovation
SK Innovation, merupakan salah satu perusahaan energi dan kimia terbesar Korea Selatan. - SK innovation

Bisnis.com, JAKARTA - Hyundai Motor dan SK Group membahas kolaborasi pengembangan teknologi baterai kendaraan listrik generasi mendatang, chip manajemen daya, dan platform baterai sebagai layanan (Baas).

Wakil Ketua Eksekutif Grup Hyundai Motor, Chung Euisun; dan Ketua Grup SK, Chey Tae-won dikabarkan telah bertemu membahas kerja sama seputar pengembangan teknologi baterai. Dalam hal ini, Hyundai menjelaskan bahwa yang dimaksud Baas adalah model bisnis terobosan terutama untuk penyewaan dan penggantian baterai EV.

Perusahaan tersebut mengatakan, Chung dan Chey dalam pertemuannya membahas cara memperkuat infrastruktur pengisian daya untuk semua kendaraan listrik dan EV sel bahan bakar hidrogen menggunakan pompa bensin dan stasiun pengisian daya SK Group.

"Pertemuan itu bermakna ketika kami berbagi pandangan tentang arah aki mobil di masa depan dan teknologi baru yang terkait. Hyundai akan terus memperluas kemitraan dengan perusahaan-perusahaan dengan teknologi canggih," kata Chung yang dikutip dari kantor berita Yonhap, Rabu (8/7/2020).

Pertemuan tersebut berlangsung di pabrik baterai EV milik SK Innovation Co. di Seosan, 150 kilometer dari selatan Seoul.

Saat ini, kendaraan dari Hyundai Motor Co dan Kia Motors Corp menggunakan baterai lithium ion SK Innovation untuk kendaraan plug-in hibrida dan model yang seluruhnya listrik.

Selain itu, Hyundai menunjuk SK Innovation sebagai pemasok baterai utama untuk mobil listrik yang didorong oleh Hyundai untuk diproduksi massal berdasarkan platform EV-nya sendiri, yang disebut platform modular global-listrik (E-GMP), mulai tahun 2021.

Pada akhir tahun lalu, Hyundai Motor Group telah sepakat menandatangani kesepakatan 10 triliun won (setara dengan Rp12 triliun) dengan SK Innovation untuk membeli baterai 500.000 EV selama lima tahun ke depan.

Chung juga bertemu dengan Wakil Ketua Samsung Group, Lee Jae-yong dan Chairman LG Group, Koo Gwang-mo pada bulan Mei dan Juni, yang membahas kemungkinan kerjasama dalam bisnis kendaraan listrik.

LG Chem Ltd. telah memasok baterai mobil untuk semua kendaraan listrik milik Hyundai Motor, seperti Kona EV dan Ioniq Electric. Baru-baru LG Chem juga ditunjuk sebagai pemasok baterai untuk EV generasi mendatang Hyundai yang akan diluncurkan pada tahun 2022.

Hyundai Motor dan LG Chem baru-baru bersepakat untuk mengeksplorasi startup di luar negeri dengan teknologi canggih di bidang EV dan aki mobil untuk berekspansi ke bisnis berpotensi besar.

Chung dan Samsung Lee bertukar pandangan tentang pengembangan teknologi baterai all-solid-state Samsung dan peluang bisnisnya di masa depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Hyundai Motor Baterai Mobil Listrik

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top