Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mercedes-Benz AMG Paparkan Sistem Elektrik Turbocharger Terbarunya

Divisi performa Mercedes-Benz AMG merinci sistem elektrik turbocharger gas buang terbarunya yang akan muncul pada generasi model berikutnya.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  14:40 WIB
Model F1 Limited Edition terinspirasi Mercedes-Benz CL 55 AMG (C 215) yang menjadi kendaraan resmi F1 Safety Car. Foto diambil di arena Canadian Grand Prix, 10 Juni 2001.  - MERCEDES/BENZ
Model F1 Limited Edition terinspirasi Mercedes-Benz CL 55 AMG (C 215) yang menjadi kendaraan resmi F1 Safety Car. Foto diambil di arena Canadian Grand Prix, 10 Juni 2001. - MERCEDES/BENZ

Bisnis.com, JAKARTA - Divisi performa Mercedes-Benz AMG merinci sistem elektrik turbocharger gas buang terbarunya yang akan muncul pada generasi model berikutnya.

Teknologi yang dikembangkan oleh divisi High Performance Powertrain AMG untuk mesin Formula 1 Mercedes itu akan mengganti pengaturan turbo pada sistem gas buang AMG bermesin 2,0 liter empat silinder dan 4,0 liter mesin V8.

ketua AMG Tobias Moers mengatakan bahwa penerapan teknologi tersebut dengan jelas menetapkan tujuan perusahaan terkait dengan masa depan mobil listrik. Sistem pembakaran turbocharged ini juga diklaim membawa ke tingkat yang sebelumnya tidak terjangkau.

"Dengan langkah ini kami secara strategis melengkapi teknologi modular kami dan menyesuaikannya dengan persyaratan kinerja," ujarnya dikutip dari Autocar, Selasa (30/6/2020).

Mercedes-AMG mengklaim turbocharger terbarunya dapat beroperasi hingga 1,70,000 rpm. Dalam prosesnya, hal itu memberikan laju aliran udara yang jauh lebih tinggi. Motor listrik dan sistem elektronik daya baru terhubung ke sirkuit pendingin mesin pembakaran.

Teknologi yang digambarkan sedang dalam tahap akhir pengembangan ini dirancang dan direkayasa oleh kerja sama dengan Garrett Motion.

Sistem baru tersebut menggunakan motor listrik kompak yang terintegrasi pada poros turbocharger, roda kompresor di sisi udara dan roda turbin di sisi knalpot guna meningkatkan induksi.

Sementara motor penggerak, yang dioperasikan melalui sistem listrik 48V, digunakan untuk menggerakkan roda kompresor sebelum pengenalan aliran gas buang dalam proses yang bertujuan menghilangkan turbo lag.

Tobias mengatakan turbo gas buang berbantu listrik ini secara signifikan meningkatkan respon dari kecepatan idle, serta di seluruh rentang kecepatan mesin.

Selain itu, dia mengklaim turbocharger terbaru Mercedes memungkinkan torsi lebih tinggi, sehingga kemampuan akselerasi dapat dioptimalkan dan kelincahan kendaraan mampu ditingkatkan.

Tobias menyatakan bahwa sistem turbo terbarunya ini memiliki operasi yang berbeda dengan turbocharger gas buang listrik yang digunakan pada 3,0 liter enam silinder AMG Model 53-seri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mercedes Benz Mercedes-AMG
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top