Beli Mobil Secara Digital Sudah Biasa di China

Transaksi digital telah menjadi gaya hidup masyarakat China, termasuk dalam membeli mobil, bahkan sebelum pandemi virus corona.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  00:45 WIB
Beli Mobil Secara Digital Sudah Biasa di China
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Digitalisasi dalam penjualan mobil adalah keniscayaan. Di China, penjualan mobil secara daring atau online sudah berkembang pesat, sehingga memudahkan para agen pemegang merek untuk melakukan penetrasi di tengah pandemi virus corona.

Michael Mayer, Head of Sales and Marketing Volkswagen untuk China, selama hampir 3 tahun tidak pernah membawa dompetnya ketika pergi ke pasar buah dan sayur Sanyuanli, yang terletak di jantung kota Beijing, China.

“Di seluruh pasar, orang hanya membayar dengan ponsel pintar. Di sini, sistem itu bekerja secara menyeluruh, sedangkan di Eropa proses tersebut masih bertumbuh,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Volkswagen, Senin (18/5/2020).

Di China, kata Mayer, solusi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bahkan sebelum krisis Covid-19 menyerang. Hal itu pun juga berlaku pada pembelian mobil.

“Pelanggan China selalu siap dengan smartphone mereka. Itu sebabnya konsultasi secara daring sudah mapan dan diterima sebelum Covid-19,” kata Mayer.

Terbukti ketika China menerapkan kebijakan penguncian wilayah atau lockdown pada Februari 2020, pembelian mobil secara digital menunjukkan tren peningkatan. Volkswagen bahkan mampu menjual 550 unit pada Maret dalam proses yang sepenuhnya digital.

Di sisi lain, minat terhadap ruang pameran mobil virtual juga mengalami peningkatan lantara  memungkinkan pembeli mengunjunginya dari rumah tanpa berisiko terinfeksi corona. Total, terdapat 2,5 juta pelanggan yang datang ke showroom virtual milik Volkwagen dan FAW dalam platform Autohome.

"Kami juga mengamati minat yang semakin besar terhadap kepemilikan mobil, karena banyak orang tidak lagi ingin bergantung pada transportasi umum," tutur Mayer.

Peluncuran mobil virtual turut mengalami peningkatan. Lebih dari 2.000 dealer Volkwagen yang menghadirkan jajaran model melalui live stream, bahkan mampu mencapai ribuan pemirsa. Mayer mengatakan rerata dealer menyajikan pertunjukan baru setiap harinya lewat aplikasi TikTok ataupun Kuaishou.

Fakta lainnya, peluncuran Tayron GTE, sport utility vehicle (SUV) dengan drive hybrid dari Volkswagen dan FAW pada 25 April mampu menembus 11 juta tayangan selama 4 jam. Peluncuran tersebut ditayangkan secara langsung dari Changchun. "Mereka yang ingin ditemukan harus selalu menawarkan sesuatu yang baru,” ucap Mayer.

Mayer berasumsi bahwa digitalisasi bisnis penjualan mobil akan berjalan cepat. Namun, hal itu tidak membuat Volkswagen menetapkan penjualan online sebagai satu-satunya standar murni. Dia percaya masih banyak pelanggan yang berkeinginan untuk bertemu secara pribadi dengan tenaga penjual.

“Untuk alasan ini, kami berencana untuk memiliki sudut pertemuan yang terpisah di dealer mobil baru. Bahkan jika digital terus menyebar, aspek manusia tidak boleh dilupakan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mobil, china, digital, Virus Corona

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top