Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Otomotif China Kembali Bangkit dari Dampak Covid-19

Penjualan mobil di China kembali bangkit setelah pemerintah setempat memulai kembali kegiatan bisnis dan memberikan sejumlah stimulus, sehingga memicu pemulihan industri otomotif dari dampak virus corona (Covid-19).
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 08 Mei 2020  |  19:30 WIB
Seorang pengendara sepeda melintas di depan mobil yang menunggu di lampu lalu lintas di Beijing, China 29 Oktober 2018.  - REUTERS
Seorang pengendara sepeda melintas di depan mobil yang menunggu di lampu lalu lintas di Beijing, China 29 Oktober 2018. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan mobil di China kembali bangkit setelah pemerintah setempat memulai kembali kegiatan bisnis dan memberikan sejumlah stimulus, sehingga memicu pemulihan industri otomotif dari dampak virus corona (Covid-19).

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (8/5/2020), Asosiasi Produsen Otomotif China mengatakan terdapat 2 juta unit kendaraan yang dikirimkan dari pabrik ke dealer pada April 2020. Kinerja itu meningkat 0,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, menurut Badan Perdagangan China, kinerja produsen otomotif China selama empat bulan pertama 2020 turun sekitar 32 persen dibandingkan periode tahun lalu, menjadi 5,67 juta unit.

Peningkatan kinerja tersebut juga didukung oleh sejumlah pernyataan dari para produsen mobil global. Volkswagen AG, misalnya, menyebutkan bahwa penjualan di China mulai meningkat karena masyarakat China mulai menghindari penggunaan transportasi publik.

“Ketika wabah mereda di China, pemerintah setempat telah bekerja untuk merangsang pertumbuhan industri dan membantu perekonomian pulih,” tulis Bloomberg.

Upaya untuk menstimulasi pasar otomotif dilakukan pemerintah setempat dengan memperpanjang keringanan pajak dan subsidi untuk pembelian kendaraan listrik selama dua tahun. Sementara penjualan truk ringan yang tidak memenuhi standar emisi China VI terbaru akan diizinkan selama enam bulan setelah tenggat waktu pada 1 Juli.

Selain itu, lembaga keuangan China juga mendorong penurunan pembayaran uang muka (DP) dan suku pinjaman mobil, serta memperpanjang periode pembayaran.

“Terlepas dari apakah peningkatan penjualan itu berkelanjutan atau tidak, tetapi hal ini memberi secercah harapan bagi pembuat mobil untuk pemulihan dan mengerti tentang apa yang mungkin dihadapi negara-negara lain saat mereka selesai dari masa penguncian wilayah.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Penjualan Mobil Global Pasar Mobil China
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top