Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produsen Otomotif di China Ikut Serta Perangi Virus Corona

Pada akhir Februari 2020 tercatat lebih dari 70 produsen mobil, pemasok mobil dan asosiasi telah menyumbangkan lebih dari 900 juta yuan (setara Rp 1,8 triliun) serta pasokan, termasuk masker wajah dan bahkan ambulans.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Maret 2020  |  14:38 WIB
Produsen Otomotif di China Ikut Serta Perangi Virus Corona
Sejumlah warga memakai masker saat berjalan menuju stasiun bawah tanah kereta subway di Kota Beijing, China, Selasa (21/1/2020). Wabah virus corona seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), yang menyebar di China dan mencapai tiga negara Asia lainnya, disebut-sebut bisa menular dari manusia ke manusia. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku industri otomotif China turut serta dalam memerangi penyebaran virus corona (Covid - 19) yang telah menewaskan lebih dari 2.800 orang di negara tersebut.

Keterlibatan perusahaan otomotif, baik lokal maupun asing, itu direalisasikan dalam donasi dana untuk mengatasi problem tersebut.

Pada akhir Februari, lebih dari 70 produsen mobil, pemasok mobil dan asosiasi telah menyumbangkan lebih dari 900 juta yuan (setara Rp 1,8 triliun) serta pasokan, termasuk masker wajah dan bahkan ambulans.

Grup mobil Jerman, Volkswagen AG, dengan perusahaan patungan China FAW-Volkswagen dan SAIC Volkswagen, telah menyumbangkan 120 juta yuan (setara Rp 245,7 miliar).

"Kami harus memainkan peran untuk mencegah bencana medis karena telah berubah menjadi gangguan sosial ekonomi," kata CEO Volkswagen Group China, Stephan Wollenstein, seperti dilansir China Daily, Senin (2/3/2020).

"Hanya dengan melakukan itu, kita dapat meminimalisasi kerusakan pada fondasi Tiongkok untuk pengembangan ekonominya yang makmur."

Grup Volkswagen mengirimkan 4,23 juta kendaraan di China tahun lalu, yang merupakan 38,5 persen dari penjualan globalnya.

BMW dan perusahaan patungannya BMW Brilliance telah menyumbangkan 35 juta yuan (setara Rp 71,67 miliar) sejak mewabahnya epidemi untuk mendukung upaya pencegahan virus corona.

"Kami memiliki kepercayaan penuh pada pemerintah China bahwa mereka mampu mengelola krisis dan mengalahkan epidemi," kata Jochen Goller, presiden dan CEO BMW China.

"Selain itu kami tetap percaya diri dalam prospek bisnis jangka menengah dan panjang dari pasar global No. 1 kami."

BMW membuka kembali kantornya di seluruh China pada 17 Februari 2020, dan pabrik BMW Brilliance di Shenyang, provinsi Liaoning, secara bertahap juga telah memulai kembali produksi.

Mercedes-Benz dan dealernya telah menyumbangkan 300 juta yuan (setara Rp 614,3 miliar) untuk meningkatkan pencegahan epidemi di rumah sakit yang ditunjuk di Wuhan dan kota-kota lain di provinsi Hubei.

Hubertus Troska, anggota dewan perusahaan induk Daimler AG yang bertanggung jawab untuk wilayah China, mengatakan perusahaan akan semakin mengintensifkan tanggung jawab sosialnya dan berdiri dengan semua segmen masyarakat untuk mengatasi tantangan.

"Saya sangat percaya bahwa dengan komitmen dan kekuatan China, seluruh masyarakat serta industri mobil China akan memenangkan pertempuran melawan tantangan saat ini," katanya.

Perusahaan mobil China juga memberikan kontribusi yang besar. Zhejiang Geely Holding Group telah menyiapkan dana khusus 200 juta yuan (setara Rp 409 miliar) untuk membantu mencegah dan mengendalikan epidemi. Mereka telah menyumbangkan 158 MPV-nya, bernilai lebih dari 20 juta yuan, ke sekitar 10 kota di seluruh negeri.

Pembuat kendaraan listrik Evergrande telah menyumbangkan 200 juta yuan (setara Rp 409 miliar) dan 5.000 ton sayuran ke Wuhan. Pada 10 Februari 2020, perusahaan menyumbangkan 100 juta yuan (Rp 204 miliar) lagi ke Akademi Ilmu Kedokteran Tiongkok untuk penelitian antivirus dan untuk mendirikan dana penelitian obat-obatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif Virus Corona

Sumber : Tempo

Editor : Oktaviano DB Hana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top