Tak Dapat Insentif, Toyota Tetap Pacu Pemasaran Model Hibrida

Toyota Astra Motor memastikan bakal terus menjual kendaraan bermotor listrik di luar tipe BEV atau Battery Electric Vehicle.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  16:30 WIB
Tak Dapat Insentif, Toyota Tetap Pacu Pemasaran Model Hibrida
Mobil Toyota C-HR Hybrid dipamerkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di Tangerang Banten, Jumat (11/8). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan insentif terhadap kendaraan bermotor listrik (KBL) berbasis baterai berupa pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Hal itu tertuang dalam Peraturan Gubernur No. 3/2020 tentang Insentif Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) atas Kendaraan Bermotor Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Dengan begitu, kendaraan listrik jenis lainnya seperti PHEV, HEV, Fuel Cell EV, tidak mendapatkan insentif pembebasan BBNKB tersebut.

PT Toyota Astra Motor (TAM) mendukung aturan tersebut. Pasalnya, merek yang memiliki principal di Negeri Sakura itu memiliki semua varian kendaraan bermotor terelektrifikasi.

Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmy Suwandi memastikan pihaknya bakal terus menjual kendaraan bermotor listrik di luar tipe BEV (Battery Electric Vehicle).

“Iya tentu tetap dipasarkan. Utamanya adalah untuk mengedukasi pasar/pelanggan,” kata Anton kepada Bisnis, Senin (10/2/2020).

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), total penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) mobil listrik/hibrida toyota pada 2019 mencapai 696 unit meningkat 22,2 kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 30 unit.

Jumlah wholesales kendaraan listrik/hibrida dari TAM sendiri lebih tinggi dibandingkan total impor utuh/completely buit unit (CBU) yang berjumlah 653 unit. Anton mengatakan perbedaan jumlah wholesales dan impor CBU pada 2019 dikarenakan terdapat sejumlah unit yang sudah diimpor pada tahun sebelumnya.

“Sebagian kan ada yang diimpor tahun sebelumnya,” kata Anton.

Lebih lanjut, Anton yakin beleid dari pemerintah terkait dengan insentif untuk kendaraan bermotor listrik dapat mempengaruhi pasar ke depannya. “Nanti kita akan tahu efeknya, harusnya ada pengaruh,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Listrik, mobil, mobil hybrid

Editor : Oktaviano DB Hana
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top