Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Toyota dan Honda Perpanjang Penutupan Pabrik di China

Toyota Motor Corp dan Honda Motor Co memperpanjang penghentian aktivitas pabrik di China saat negara itu meningkatkan langkah-langkah untuk memerangi virus korona.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  16:08 WIB
Seorang pekerja tengah merakit komponen kendaraan di pabrik mobil.  - Reuters
Seorang pekerja tengah merakit komponen kendaraan di pabrik mobil. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Toyota Motor Corp dan Honda Motor Co memperpanjang penghentian aktivitas pabrik di China saat negara itu meningkatkan langkah-langkah untuk memerangi virus korona.

Dilansir dari Bloomberg, Toyota, yang pada awalnya menghentikan pabrik di China hingga 9 Februari, mengatakan pihaknya sekarang berencana untuk melanjutkan produksi pada 17 Februari.

Adapun Honda mengatakan akan membuka kembali pabriknya pada 14 Februari dengan tujuan memulai kembali produksi pada pekan ketiga Februari.

Penutupan ini menjadi penghambat bagi para produsen mobil di pasar mobil terbesar di dunia, yang sudah menuju penurunan tahunan ketiga berturut-turut sebelum virus mulai menyebar. Analis LMC Automotive mengatakan pasar mobil China diperkirakan menyusut 10 persen atau lebih tahun ini jika wabah berlanjut hingga kuartal ketiga,.

Analis dan investor bekerja untuk menilai kerugian finansial yang diakibatkan oleh penyebaran virus corona.

Produsen mobil sangat rentan terpapar dampaknya karena pusat wabah ini berada di provinsi Hubei yang sekarang terisolasi, yang merupakan pusat produksi mobil terbesar keempat di China dan rumah bagi pabrik-pabrik perusahaan mulai dari Dongfeng Motor Corp hingga Honda dan General Motors Co.

Toyota mengatakan pihaknya berencana untuk melanjutkan operasi secara normal dan mengirimkan kendaraan kepada pelanggan segera setelah kondisi dianggap aman dan sesuai.

Karyawan fasilitas non-produksi di China akan melanjutkan pekerjaan mulai 10 Februari. Perusahaan juga tengah mencari kemungkinan dampak gangguan pada rantai pasokan dan output kendaraannya di negara lain.

Wakil Presiden Eksekutif Honda Seiji Kuraishi mengatakan perusahaan tidak melihat dampak langsung yang besar pada laba operasional dari penutupan di China. Honda memiliki dua pabrik patungan di China, salah satunya berlokasi di Wuhan, ibukota provinsi Hubei.

Gangguan dalam rantai pasokan merambah ke luar China. Hyundai Motor Co yang berbasis di Korea Selatan pada hari Selasa menjadi produsen mobil global pertama yang menghentikan produksi di luar China karena kekurangan komponen yang disebabkan oleh penyebaran virus.

Awal pekan ini, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang China Cui Dongshu memperkirakan penjualan mobil China akan merosot 25 persen hingga 30 persen pada periode Januari-Februari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toyota honda virus corona
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top