Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wabah Virus Corona, Volkswagen AG Jadi Produsen Otomotif Paling Berisiko

Perusahaan patungan Volkswagen di China menyumbang dividen US$3,3 miliar kepada induknya di Jerman.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  15:36 WIB
Logo Volkswagen. - REUTERS
Logo Volkswagen. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Volkswagen AG, produsen mobil terbesar di dunia, ternyata juga menjadi pabrikan otomotif yang paling rentan terhadap dampak wabah virus corona di China, berdasarkan laporan Standard & Poor (S&P).

Dikutip dari Bloomberg, Kamis (6/2/2020), produsen otomotif asal Jerman itu memproduksi dan menjual hampir 40 persen mobilnya di China.

Kendati berada di luar Provinsi Hubei, yang menjadi tempat awal merebaknya virus corona,  pabrik utama Volkswagen di China juga kemungkinan akan ditutup untuk waktu yang lama. Pasalnya, otoritas setempat menerapkan kebijakan pembatasan aktivitas untuk mengatasi penyebaran wabah tersebut.

“Risikonya sekitar US$3,3 miliar dalam dividen yang dibayarkan oleh perusahaan patungan Volkswagen China kepada induknya di Jerman,” demikian laporan dari analis S&P yang dipimpin oleh Vittoria Ferraris.

Selain Volkswagen, S&P melaporkan Nissan Motor Co. juga beresiko relatif tinggi akibat pengaruh virus tersebut dan juga kinerja yang lemah baru-baru ini.

Hal serupa diperkirakan terjadi pada Honda Motor Co. yang memiliki basis produksi di Wuhan, Ibu Kota Hubei. Produsen kendaraan asal Jepang itu juga bergantung pada pasar China dengan kontribusi penjualan mencapai 30 persen.

Eskalasi dampak virus corona itu juga menggoyahkan proyeksi S&P tentang pemulihan pasar China setelah dua tahun melambat. Penjualan di Negeri Tirai Bambu, yang merupakan pasar otomotif terbesar di dunia, tidak lagi diharapkan untuk memenuhi proyeksi analis yang berksiar 1 persen – 2 persen pada 2020.

Di samping itu, S&P juga melaporkan bahwa wabah virus corona juga akan menimbulkan risiko bagi Robert Bosch Gmbh, pemasok otomotif terbesar.

Kinerja Bosch juga diperkirakan akan menderita ‘pukulan telak’ akibat penghentian produksi.

“Sebagian besar lini produksi Bosch sedang bersiap untuk melanjutkan produksi pada hari-hari berikutnya. Kami terus mengevaluasi situasi,” demikian keterangan dari pihak Bosch.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif virus corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top