Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Honda Prospect Motor Bukukan Kenaikan Ekspor 24 Persen pada 2019

Kinerja ekspor ini ditunjang oleh model andalan seperti Brio.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  19:32 WIB
All New Honda Brio RS. - HPM
All New Honda Brio RS. - HPM

Bisnis.com, JAKARTA – PT Honda Prospect Motor (HPM) mencatatkan kenaikan ekspor dua digit pada 2019. Hal ini juga diiringi dengan penurunan impor komponen akibat lokalisasi.

Direktur Inovasi Bisnis, Penjualan dan Pemasaran HPM Yusak Billy mengatakan bahwa secara nilai, ekspor pada 2019 meningkat sekitar 24% dibandingkan dengan 2018. Kinerja ekspor ini ditunjang oleh model andalan seperti Brio.

Pada tahun lalu, perseroan menargetkan nilai ekspor secara utuh atau completely built up (CBU) sebesar Rp1 triliun. Sementara itu, target untuk ekspor secara terurai atau completely knocked down (CKD) ditetapkan sebesar Rp2,4 triliun.

Realisasi ekspor HPM sepanjang 2019 berhasil mencapai target tersebut. Billy memaparkan bahwa secara nilai, ekspor Honda pada 2019 mencapai Rp3,47 triliun. Angka itu meningkat sekitar 24% dari capaian 2018 sebesar Rp2,8 triliun.

“Pendorong utama peningkatan nilai ekspor kami adalah ekspor model Brio, ke dua negara, yakni Filipina dan Vietnam,” katanya kepada Bisnis, Rabu (15/1/2020).

Dia mengatakan peningkatan ekspor juga diringi dengan penurunan impor pada 2019. Hal ini didorong oleh lokalisasi komponen yang berhasil mengerek tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sejumlah model Honda.

“Nilai ekspor kami naik sekitar 24% pada fiskal year 2019, dan memang untuk nilai impor kami banyak turun seiring dengan peningkatan konten lokal. Seperti Brio, tingkat kandungan lokalnya sudah mencapai 89%,” katanya.

Dia menjelakan sejumlah komponen yang sudah dilokalkan pada tahun lalu adalah fastener dan material baja. Namun, sejumlah komponen elektrik dan fungsional seperti heater control dan drive shaft masih mengandalkan pasokan dari luar negeri.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total ekspor CBU Honda sepanjang Januari—November 2019 mencapai 6.247 unit. Pada tahun sebelumnya, HPM belum tercatat mengapalkan kendaraan secara CBU.

Sementara itu, total ekspor CKD Honda pada periode yang sama mencapai 2,19 juta unit. Kinerja ekspor CKD tersebut meningkat hampir 2,5 kali lipat dari capaian pada 2018 yang hanya mencapai 630.606 unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

honda prospect motor
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top