Honda & Isuzu Kembangkan Teknologi Fuel Cell Hydrogen untuk Truk

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengembangan teknologi tanpa emisi yang dapat diaplikasikan pada mobil komersial berukuran besar.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  18:37 WIB
Honda & Isuzu Kembangkan Teknologi Fuel Cell Hydrogen untuk Truk
ilustrasi. - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Honda Motor Co. dan Isuzu Motor Ltd. bekerja sama mengembangkan teknologi fuel cell hydrogen yang akan diaplikasikan pada truk berat atau heavy duty truck.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengembangan teknologi tanpa emisi yang dapat diaplikasikan pada mobil komersial berukuran besar. Hal ini juga merupakan bagian dari strategi pabrikan untuk mengikuti pengetatan aturan emisi di tingkat global.

Melalui kerja sama ini, Isuzu akan melakukan percobaan dengan mengaplikasikan mesin fuel cell milik Honda pada truk Isuzu. Pengembangan ini diharapkan dapat membuka peluang penggunakan teknologi tersebut dalam berbagai jenis kendaraan lainnya.

Dikutip dari Reuters, Rabu (15/1/2020), pengembangan mobil listrik berbasis baterai saat ini sudah banyak digunakan dalam mobil penumpang. Namun, banyak pihak meyakini bahwa teknologi fuel cell hydrogen lebih cocok diterapkan untuk kendaraan komersial seperti truk dan bus.

Juru bicara Honda mengatakan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat membantu pengembangan teknologi ramah lingkungan untuk kendaraan komersial. Meski sudah menerapkannya pada kendaraan penumpang, Honda perlu kerja sama untuk mengeksplorasi penggunaan teknologi ini di kendaraan komersial.

“Meskipun kami sudah melakukan pengembangan dan penelitian FCV [fuel cell vehicle], kami belum dapat menemukan cara terbaik mengaplikasikannya pada kendaraan komersial. Melalui kerja sama ini, sekarang kami bisa melakukan itu,” katanya, Rabu (15/1/2020).

Berbeda dengan mobil listrik berbasis baterai, FCV menggunakan hidrogen pada tangki untuk menghasilkan daya listrik. Hal ini memungkinkan kendaraan dapat beroperasi lebih lama dan melakukan pengisian daya lebih cepat dibandinkan mobil listrik berbasis baterai.

“Kami pikir penggunaan teknologi FCV lebih cocok untuk truk-truk besar, karena dapat beroperasi lebih lama dan memiliki jarak tempuh lebih jauh. Kerja sama ini memungkinkan kami untuk mengeksplorasi hal ini lebih jauh,” kata juru bicara Isuzu.

Honda saat ini sudah memasarkan sedan FCV melalui model sedan Clarity. Di sisi lain, Isuzu selama ini berfokus pada pengembangan teknologi mesin diesel dan belum pernah merilis kendaraan listrik. Kerja sama diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak.

Meski sudah memasarkannya sejak 2015, harga jual Clarity yang dipasarkan sekitar US$70.000 masih menjadi pengganjal bagi Honda dalam memasarkan produk ini. Selain itu, infrasturktur penunjang yang masih minim untuk teknologi ini juga masih minim.

Pada 2018, Honda hanya mampu menjual sebanyak 654 unit Clarity FCV di pasar Jepang dan Amerika Serikat. Penjualannya, masih sangat jauh dari total penjualan Honda yang mencapai 5,23 juta unit secara global pada periode itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Listrik

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top