Produksi di Jabar Mahal, Industri Komponen Siap Relokasi

Saat ini mayoritas perusahaan otomotif membangun basis produsinya di Jawa Barat seperti Grup Toyota, Isuzu, Hino, Nissan, Mitsubishi dan lainnya.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  11:25 WIB
Produksi di Jabar Mahal, Industri Komponen Siap Relokasi
Seorang mekanik memeriksa komponen kendaraan. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku industri komponen mempertimbangkan untuk merelokasi pabrik guna menekan biaya produksi yang terus membengkak.

Saat ini mayoritas perusahaan otomotif membangun basis produsinya di Jawa Barat seperti Grup Toyota, Isuzu, Hino, Nissan, Mitsubishi dan lainnya.

Wan Fauzi, Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif (Pikko), mengatakan dampak kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) sangat terasa bagi pelaku usaha komponen sehingga akan makin tertekan jika tidak menaikkan harga.

"Kami berpikir untuk secepatnya relokasi, teman-teman ada yang pindah ke Tegal dan Cirebon. Harus dicari jalan keluar secepatnya kalau enggak bisa tutup," katanya kepada Bisnis, Minggu (1/12/2019).

Wan Fauzi mencontohkan UMK 2019 di Bekasi, Jawa Barat sebesar Rp4,5 juta, sedangkan di Cirebon, Tegal dan sekitarnya sebesar Rp1,8 juta. Namun menurutnya, relokasi produksi juga menyebabkan peningkatan biaya logistik untuk mengirimkan barang ke pabrik.

Dia berpendapat UMK saat ini tidak mengenal skala bisnis sehingga upah yang diberikan perusahaan komponen kecil dengan yang besar sama saja. Menurutnya, perlu dibedakan upah untuk perusahaan skala kecil dan besar.

"Kalau enggak mau terlalu jauh mungkin di Majalengka yang UMK-nya jauh lebih kecil dari Cirebon," ujarnya.

Kenaikan upah buruh di Jawa Barat dinilai membuat daya saing industri otomotif nasional semakin tertekan. Pada 2020 UMK di Jawa Barat khususnya di Karawang, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi yang merupakan daerah basis produksi otomotif akan menjadi yang tertinggi secara nasional karena berada pada kisaran Rp4,5 juta. Jika ditelisik, 5 tahun lalu, UMK di tiga kabupaten/kota di atas pada kisaran 2,5 juta, sehingga dalam 5 tahun UMK telah naik sekitar 80%-an.

Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), mengatakan upah buruh di sektor otomotif nasional makin tidak kompetitif dibandingkan dengan Thailand. Upah di Karawang katanya telah lebih tinggi dari upah di Bangkok untuk sektor otomotif.

"Bangkok sekitar Rp4 jutaan dan naiknya 5 tahun sekali, kita setiap tahun dan sudah lebih tinggi dari Thailand," ujarnya kepada Bisnis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri otomotif, upah buruh

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top