Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mitsubishi : Outlander PHEV Bukan untuk Kejar Volume Penjualan

Outlander PHEV pertama kali dipasarkan secara resmi pada GIIAS 2019.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 27 November 2019  |  15:36 WIB
Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Naoya Nakamura memperkenalkan Mitsubishi Outlander PHEV di Jakarta, Selasa (9/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Naoya Nakamura memperkenalkan Mitsubishi Outlander PHEV di Jakarta, Selasa (9/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Mitsubsihi Motors menyatakan kehadiran Outlander PHEV di Indonesia bukan bertujuan untuk mengejar volume penjualan, melainkan untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik.

Irwan Kuncoro, Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengatakan kehadiran Outlander plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) bukan untuk mengejar volume penjualan, melainkan menegaskan komitmen Mitsubishi untuk mendukung program pemerintah menuju kendaraan ramah lingkungan.

"Sales volume bukan target utama dulu, kami masih terus sosialisasi. Saat ini sudah punya 40 pesanan, ada yang inden ada yang masih prospek," ujarnya di Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Outlander PHEV pertama kali dipasarkan secara resmi pada GIIAS 2019. Indonesia juga menjadi negara pertama di Asean yang memperkenalkan salah satu model PHEV terlaris Mitsubishi itu.

Outlander PHEV dipasarkan seharga Rp1,3 miliar dengan lokasi pemasaran terbatas yakni di 12 dealer di Jakarta dan 2 dealer Bali. Pemilihan lokasi itu untuk memudahkan layanan purnajual dan penyediaan fasiltias quick charger.

Sejauh ini, Mitsubishhi tercatat telah membangun 16 quick charger yang berlokasi di 12 jaringan dealer di Jakarta, 1 di kantor pusat MMKSI di Pulo Mas, 2 di Bali, dan terbaru di Plaza Senayan.

Irwan mengatakan MMKSI sedang melakukan importasi untuk menghadirkan Outlander PHEV kepada konsumen. Importasi itu akan dilakukan secara bertahap dan akan dikirimkan ke konsumen pada November ini.

"Tidak langsung 40 unit, yang pasti tahun fiskal ini semuanya selesai. Pengiriman akan dilakukan secara bertahap," ujarnya.

Adapun, perkembangan pemesanan Outlander PHEV tampak tertahan pada angka 40 unit sejak beberapa bulan lalu. Harga yang masih mahal menjadi salah satu tantangan utama memasarkan kendaraan lisrik terlaris Mitsubishi itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top