Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mazda Revisi Target Penjualan Jadi 5.000 Unit Tahun Ini

Selain faktor ekonomi, penurunan penjualan Mazda juga disebabkan oleh kehilangan MPV Biante yang berhenti produksi di Jepang.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 25 November 2019  |  05:37 WIB
Mazda Biante - Mazda
Mazda Biante - Mazda

Bisnis.com, JAKARTA – Seiring dengan penurunan penjualan pasar domestik, Mazda ikut merivisi target penjualan tahun ini. Mazda menargetkan penjualan pada tahun ini sekitar 5.000 unit, lebih rendah dari target yang dipatok awal tahun sekitar 6.000 unit.

Roy Arman Arfandy, Presiden Direktur, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) mengatakan penjualan otomotif nasional pada tahun ini turun sekitar 10%. Menurutnya, Mazda juga mengalami hal yang sama. Selain faktor ekonomi, penurunan penjualan Mazda juga disebabkan oleh kehilangan model multipurpose vehicle (MPV) Biante yang berhenti produksi di Jepang.

"Kami kehilangan satu model yakni Biante yang terakhir dijual akhir 2018 lalu. Penjualannya ratusan, tahun ini kami tidak punya Biante dan model baru baru datang pada semester kedua sehingga tidak menutup penurunan pada awal tahun," ujarnya kepada Bisnis baru-baru ini.

Roy menjelaskan EMI menargetkan penjualan Mazda pada akhir tahun ini menyetuh angka 5.000-an unit, melambat dari capaian tahun lalu sebanyak 6.000-an unit. Pada awal tahun, EMI menargetkan penjualan sebanyak 6.000 unit hingga 7.000 unit, tetapi karena beragam faktor di atas EMI merevisi target.

Dia mengatakan tahun ini EMI memperkenalkan empat model baru yakni Mazda 3 sedan dan hatcback, Mazda CX-8 dan dua model facelift yakni Mazda 2 dan CX-5. Kehadiran produk baru tersebut diharapkan membantu penjualan Mazda pada tahun ini.

"Akhir tahun kami punya program penjualan ada diskon dan benefit lainnya. Untuk Mazda 3 dan Mazda CX-8 kami sudah dilengkapi dengan Mazda Service, itu gratis servis dan spare part selama 3 tahun."

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengatakan penjualan Mazda pada Januari hingga Oktober 2019 sebanyak 4.112 unit, turun 14,1% ketimbang periode yang sama 2018. Salah satu model yang menyumbang penjualan cukup besar ialah Mazda CX-5 yang selama 10 bulan tahun ini terjual sebanyak 1.605 unit.

Terkait model baru Mazda CX-8, Roy mengatakan model sport utility vehicle (SUV) premium itu menyasar konsumen yang ingin naik kelas kepada model premium dengan harga di bawah Rp800 juta. Mazda CX-8 dengan dua tipe menawarkan 7 seater dan 6 seater yang diklaim tidak kalah mewah dengan model lain pada segmen yang sama.

"Saya rasa ini segmen baru antara harga Rp400 juta hingga Rp500 juta dan harga di atas Rp800 juta. Jadi ini menyasar mereka yang ingin naik kelas belum mau beli yang Rp1 miliar ada opsi yang tidak kalah mewahnya."

EMI memasarkan kedua model Mazda CX-8 on the road (OTR) Jakarta seharga Rp746,8 juta untuk Mazda CX-8 Elite dan Rp664,8 juta untuk Mazda CX-8 Touring. Adapun untuk warna spesial seperti soul red crystal dan machine grey terdapat penambahan harga Rp4 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mazda
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top