Kehadiran Renault Triber Bisa Berdampak Positif Bagi Kinerja Otomotif Nasional

Hingga September 2019 penjualan mobil masih turun sekitar 12,03% secara tahunan.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 20 November 2019  |  11:29 WIB
Kehadiran Renault Triber Bisa Berdampak Positif Bagi Kinerja Otomotif Nasional
Renault Triber - Renault

Bisnis.com, JAKARTA – Penguasa pasar mobil multiguna kecil menyambut positif kehadiran Triber milik Renault sebagai pendorong penjualan mobil di pasar domestik.

Sepanjang tahun ini, pasar otomotif belum menunjukkan geliat positif. Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hingga September 2019 penjualan mobil masih turun sekitar 12,03% secara tahunan.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto menilai kehadiran mobil ini dapat menjadi pendongkrak penjualan otomotif Indonesia yang tengah lesu. Menurutnya, hal ini juga akan menambah pilihan konsumen pembeli pertama di segmen mobil multiguna kecil.

“Masuknya model baru di segmen yang dinilai menarik di Indonesia, dengan volume yang besar itu akan membantu total sales mobil Indonesia, kita harus apresiasi tanpa lihat siapa pelakunya,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (19/11/2019).

Dia juga mengatakan bahwa model ini akan menghadirkan tantangan bagi Toyota sebagai penguasa pasar pada segmen tersebut. Sejauh ini, Toyota masih mengandalkan model Calya yang merupakan mobil kendaraan hemat energi dan harga terjangkau (KBH2).

Kendati demikian, dia tetap optimistis Calya memiliki daya tawar besar untuk bersaing dengan Triber di pasar domestik. Menurutnya, Calya sebagai produk lokal memiliki nilai tambah dibandingkan Triber yang merupakan produkan India.

“Di segmen pasar MPV [multipurpose vehicle] entry, mobil ini akan menyasar segmen yang sama. Namun, perbedaan yang mencolok adalah mereka diproduksi di India, sedangkan Calya itu produk anak bangsa, kita menciptakan lapangan kerja melalui produk ini, meski ditawarkan dengan range harga yang sama,” katanya.

Dia menilai strategi harga Renault yang secara mirip dengan Calya merupakan hal yang lumrah dilakukan dalam persaingan antarpabrikan. Suryo optimistis Calya dapat bersaing dengan sehat di segmen MPV entry.

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang juga memiliki model Sigra pada segmen pasar yang sama tutur menyambut positif kehadiran Triber. Senada, Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra menilai mobil itu akan menambah pilihan konsumen.

“Saya pikir bagus [masuknya Triber], hal ini akan membuat konsumen punya lebih banyak pilihan,” katanya kepada Bisnis.

PT Maxindo Renault baru saja mengumumkan secara resmi Renault Triber di Indonesia akan dipasarkan dengan harga Rp133 juta—Rp169,9 juta. Sementara itu, Calya dipasarkan mulai dari Rp136,05 juta hingga Rp156,4 juta, sedangkan Sigra pada kisaran Rp114 juta hingga Rp156,4 juta.

Berdasarkan data Gaikindo, total penjualan Calya pada Januari-September tahun ini mencapai 36.592 unit. Adapun, Sigra mencatatkan penjualan sebanyak 38.283 unit pada periode yang sama. Secara kumulatif penjualan dua model ini menguasai 47,80% penjualan di segmen KBH2.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penjualan mobil, renault

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top