Produk Kolaborasi Terbukti Sukses di Pasar Otomotif Indonesia

Toyota dan Daihatsu telah lama mengembangkan produk bersama.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 04 November 2019  |  14:21 WIB
Produk Kolaborasi Terbukti Sukses di Pasar Otomotif Indonesia
ilustrasi. - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Jejak aliansi otomotif global di Indonesia tampak melalui kerja sama yang lebih detail antara merek di Indonesia. Hasilnya juga tak mengecewakan.

Toyota dan Daihatsu misalnya telah lama mengembangkan produk bersama, sedangkan aliansi Nissan, Mitsubishi, Renault di Tanah Air bakal mulai kerja sama dengan memproduksi mesin bersama untuk Xpander dan Livina.

Toyota yang resmi memiliki Daihatsu pada 2006 menjadi duet merek yang sukses di Tanah Air. Sejumlah produk kembar telah diproduksi menggunakan platform yang sama dan mendapatkan respons positif di pasar domestik maupun ekspor.

Misalnya saja, duet Avanza-Xenia, Rush-Terios, Agya-Ayla, dan Calya-Sigra. Keempat model ini telah menjadi penopang penjualan bagi kedua merek sekaligus menempatkan kedua merek pada peringkat pertama dan kedua sebagai merek terlaris di Tanah Air.

Pada Januari-September 2019, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat Toyota meraup 32,4%, sedangkan Daihatsu meraih 17,6% dari total pasar otomotif nasional. Penjualan Toyota terutama ditopang oleh Avanza, Rush, Innova dan Calya, sedangkan Daihatsu mengandalkan Sigra, Gran Max, Xenia dan Terios.

Sinergi Toyota-Daihatsu paling kelihatan pada sisi produksi di mana Daihatsu di Indonesia sebagai salah satu pabrik dengan kapasitas terbesar, aktif memproduksi produk kembar. Teranyar misalnya, Daihatsu “mengalah” untuk memberi priorotas produksi untuk Avanza dan Rush yang sedang tinggi permintaan pasar.

Akibatnya, penjualan Xenia dan Terios sedikit melambat karena pasokan yang terbatas. Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra sebelumnya mengatakan setelah dua pabrik memproduksi Terios dan Rush pasokan ke dealer menjadi normal. Pabrik di Sunter saat ini memproduksi kendaraan dengan prioritas utama untuk ekspor.

"Pasokan Agustus sudah mulai normal, September juga. Setelah dibuat di pabrik Kawarang juga, sebelumnya hanya dibuat di pabrik Sunter," ujarnya kepada Bisnis.

Kerja sama pada sisi produksi juga akan dilakukan oleh aliansi Nissan-Mitsubishi di mana salah satu pabrik Nissan akan memproduksi mesin untuk Xpander-Livina pada tahun 2020. Kerja sama produksi itu merupakan bagian dari sinergi sebagai aliansi global di Indonesia.

"Rencana kerja sama pembuatan mesin Xpander di pabrik Nissan akan efektif berjalan pada 2020. Ini merupakan salah satu wujud kerja sama kami sebagai satu aliansi," ujar Isao Sekiguchi Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
toyota, daihatsu

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top