Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Toyota Indonesia Siapkan Pabrik di Karawang Produksi Mobil Listrik

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyiapkan pabriknya di Karawang untuk memproduksi mobil listrik, meskipun belum menentukan jenis kendaraan yang akan diproduksi.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 28 Oktober 2019  |  09:00 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) didampingi Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono mencoba mobil listrik saat acara Kickoff Electrified Vehicle Comprehensive Study di Jakarta, Rabu (4/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) didampingi Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono mencoba mobil listrik saat acara Kickoff Electrified Vehicle Comprehensive Study di Jakarta, Rabu (4/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, TOKYO - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyiapkan pabriknya di Karawang untuk memproduksi mobil listrik, meskipun belum menentukan jenis kendaraan yang akan diproduksi.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono mengatakan mulai 2019 sampai 2024 adalah periode investment, yang dialokasikan untuk semua oleh Toyota Group, termasuk untuk kendaraan listrik.

"Harus disiapkan. Itu [mobil listrik] tren dunia. Kalau tidak ikut, kita tidak bisa ekspor," katanya di sela-sela Tokyo Motor Show, 24 Oktober-4 November di Odaiba, Jepang.

Warih tidak menyebutkan secara spesifik model apa yang akan diproduksi. Dia hanya menyatakan model yang akan diproduksi tentu yang paling banyak dibutuhkan pasar.

Dia mengungkapkan untuk produksi mobil listrik membutuhkan persiapan besar, terutama menyangkut perubahan lini produksi karena banyak komponen yang berubah, terutama powertrain.

Selain itu, value chain juga berubah. Ini menyangkut rantai pasok yang melibatkan industri komponen. "Sekitar 60% harus berubah, terutama karena ada baterainya, powertrain berubah," kata Warih.

Di samping itu, katanya, tentu saja penyiapan sumber daya manusianya. "Ini kami lakukan, dengan trainning dan lain sebagainya."

Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam pihaknya mulai melatih para pekerja untuk memproduksi mobil listrik.

"Jadi nanti ada keahlian khusus untuk produksi mobil listrik, karena beda dengan mobil ICE [internal combustion engine]," kata Bob.

Ia menegaskan TMMIN berkomitmen mendukung program pemerintah yang menargetkan pada 2025 sebanyak 20% mobil yang diproduksi di Indonesia adalah mobil listrik. "Kami akan ikut," ujar Bob. Namun jumlah produksinya berapa, pihaknya belum bisa memastikan.

Warih menilai era kendaraan listrik membutuhkan sejumlah prasyarat, seperti regulasi, infrastruktur, rantai pasok, dan edukasi pasar. "Regulasi sudah, infrastruktur sedang siapkan. Suplai chain pasti berubah, dan perlu edukasi customer," ujarnya.

Sejauh ini, Toyota Indonesia masih berjuang agar mobil hibrida yang menjadi andalan Toyota bisa diproduksi di Indonesia sebagai jembatan menuju mobil full listrik (BEV).

Mobil hibrida dinilai lebih siap menuju mobil terelektrifikasi, karena selain menggunakan mesin penggerak listrik (baterai) juga masih menggunakan bensin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toyota motor manufacturing indonesia Mobil Listrik
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top