Link and Match Bantu IKM Otomotif Naik Kelas

Saat ini terdapat sebanyak 500 unit usaha komponen yang mayoritas berada di Pulau Jawa.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  08:57 WIB
Link and Match Bantu IKM Otomotif Naik Kelas
Onderdil otomotif. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian optimistis industri kecil menengah komponen dapat naik kelas melalui program link and match. Hingga sejauh ini terdapat sebanyak 500 unit usaha komponen yang mayoritas tersebar di Pulau Jawa.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan Kemenperin aktif memfasilitasi kemitraan antara pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dengan industri skala besar.

Upaya menjalin sinergi bisnis ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing sektor IKM karena berperan memperkuat struktur manufaktur nasional.

"Langkah strategis yang telah kami lakukan adalah menggelar program link and match antara 100-an IKM komponen otomotif dengan belasan tier agen pemegang merek (APM) dan industri besar. Sejak tahun 2016, kami sudah laksanakan kegiatan ini sebanyak empat kali," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (30/9/2019).

Gati menjelaskan ratusan IKM komponen otomotif yang dikawinkan tersebut berasal dari sentra-sentra IKM logam di Yogyakarta, Klaten, Tegal, Purbalingga, Jabodetabek dan Jawa Barat. Saat ini, terdapat 500 unit usaha IKM komponen otomotif yang mampu menyerap tenaga kerja hingga 25.000 orang.

Kegiatan link and match, katanya, merupakan wujud nyata mendorong peningkatan kemampuan IKM komponen dalam mengisi rantai pasok industri otomotif baik di tingkat nasional hingga global. Keberadaan IKM dalam rantai pasok industri otomotif juga menjadi bagian penting dalam memacu perekonomian nasional.

“Tidak hanya mampu dalam memproduksi berbagai komponen maupun aksesoris mobil dan motor dengan standar kualitas yang telah ditetapkan APM, IKM kita juga telah membuktikan kemampuannya dalam berinovasi dan melakukan pengembangan produk komponen otomotif.”

Gati mengatakan peningkatan penjualan kendaraan roda dua dan roda empat akan mendorong penguatan IKM komponen otomotif dalam negeri. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), penjualan kendaraan roda empat sepanjang tahun 2018 mencapai 1.151.413 unit, melewati angka penjualan di tahun 2017 sebanyak 1.079.886 unit.

Adapun, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan sepeda motor pada tahun 2018 mencapai 6.383.111 unit, melampaui angka penjualan di tahun 2017 sebanyak 5.886.103 unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri otomotif

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan
Top