Kejar Target TKDN Kendaraan Listrik, Industri Komponen Terus Dipacu

Kesiapan industri komponen menjadi salah satu kunci untuk mencapai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang sesuai dengan Perpres kendaraan listrik yang belum lama dirilis.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  16:09 WIB
Kejar Target TKDN Kendaraan Listrik, Industri Komponen Terus Dipacu
ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kesiapan industri komponen menjadi salah satu kunci untuk mencapai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang sesuai dengan Perpres kendaraan listrik yang baru saja dirilis.

Isi Perpres No. 55/2019 tentang Percepatan Progam Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Untuk Transportasi Jalan salah satunya mengatur mengatur tentang TKDN dari kendaraan bermotor listrik (KBL) berbasis baterai.

Saat ini, diketahui sepeda motor listrik Gesits sudah memiliki TKDN hingga 40% dan ditargetkan akan mencapai 100% pada 2021.

Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif (Pikko) Indonesia Wan Fauzi mengataan bahwa pihaknya dilibatkan dalam penyediaan komponen Gesits dan telah berkontribusi hingga 30% di dalamnya.

"Kami [PIKKO] juga dilibatkan dalam penyediaan komponen motor Gesits sekitar mencapai 30%. Kira-kira kami butuh setahun untuk benar-benar siap menyediakan komponen untuk kendaraan listrik," ujarnya kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Adapun dalam Perpres tersebut dipaparkan tingkat komponan dalam negeri dari KBL berbasis baterai untuk KBL berbasis baterai roda dua adalah sebesar 40% untuk 2019 dan seterusnya, 60% untuk 2024 dan seterusnya, dan 80% untuk 2026 dan seterusnya.

KBL berbasis baterai roda empat atau lebih tingkat komponen dalam negerinya per 2019 hingga 2021 minimal sebesar 35%, untuk 2022 dan 2023 sebesar 40%, minimal 60% untuk 2024 hingga 2029, dan 80% untuk 2030 dan seterusnya.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto mengatakan guna mencapai TKDN tersebut, kesiapan industri komponen juga harus dipacu melalui transfer informasi dan teknologi.

Adapun, selama proses persiapan, bahan baku atau komponen kendaraan listrik masih harus didatangkan dari luar negeri. Alhasil, penjualan kendaraan listrik yang diimpor secara utuh harus dimaksimalkan agar ada perusahaan komponen yang mau berinvestasi di Indonesia.

"Kalau penjualan mobil listrik minim, siapa [perusahaan komponen] yang mau investasi di sini?" katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Listrik

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top