Kendaraan Listrik Baterai Lebih Cocok untuk Transportasi Publik

Kendaraan listrik baterai dinilai lebih cocok untuk transportasi publik atau taksi karena biaya operasional yang rendah.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  15:58 WIB
Kendaraan Listrik Baterai Lebih Cocok untuk Transportasi Publik
Bus Listrik BYD Bakrie. - BISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA – Kendaraan listrik baterai dinilai lebih cocok untuk transportasi publik atau taksi karena biaya operasional yang rendah.

Ketua Tim Mobil Listrik Nasional (Molina) Agus Purwadi mengatakan, insentif pajak penjualas atas barang mewah (PPnBM) untuk battery electric vehicle (BEV) paling rendah karena paling ramah lingkungan. Namun, secara total harga BEV lebih mahal dibandingkan hibrida (hybrid electric vehicle/HEV) dan hibrida colokan (plug-in hybrid electric vehicle/PHEV).

“Karena harga dasar mobil listrik didominasi oleh baterai yang mahal, karena kapasitas yang lebih besar dibandingkan PHEV dan HEV,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (5/8/2019).

Agus menjelaskan, BEV akan lebih menguntungkan dari sisi biaya operasional sehingga sangat cocok untuk angkutan masal seperti bus, taksi ataupun sepeda motor untuk ojek daring. Rendahnya biaya operasional itu sekaligus bisa menjadi kompensasi kemahalan BEV dan infrastruktur charging station.

Khusus untuk Indonesia yang tengah berupaya menekan impor bahan bakar, katanya, semua kendaraan listrik harus dilakukan paralel baik HEV, PHEV dan BEV untuk mendapatkan penghematan besar serta perbaikan kualitas udara. BEV katanya, juga butuh waktu untuk membangun charging station secara masif.

“Peluang lainnya ialah memanfaatkan kendaraan listrik sebagai penyimpan energi sebagai power bank besar yang dapat digunakan ketika listrik pada seperti kemarin,” katanya.

Mobil listrik Mitsubishi Motors Outlander PHEV misalnya, menggunakan baterai 13,8 kWh dengan bantuan mesin 2.360 cc. Mobil seharga Rp1,3 miliar ini diklaim bisa menjangkau 600 km karena memiliki tiga mode berkendara yakni EV Drive Mode, Hybrid Driving dan parallel hybrid mode plus motor assistance.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Listrik

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top