Izin Ekspor Mobkas China Tak Ganggu Pasar Mobil Baru Indonesia

Kebijakan pemerintah China yang membuka krak ekspor mobil bekas diyakini tidak akan mengganggu pasar mobil baru di Indonesia.
Aprianus Doni Tolok | 13 Mei 2019 16:00 WIB
Karyawan sedang menunggu konsumen di samping deretan bursa mobil bekas di Jakarta, Minggu (4/2). Tren penjualan mobil bekas di 2018 diprediksi meningkat disebabkan peningkatan produksi produk baru yang beragam terutama segemen Low Cost Green Car (LCGC). - Bisnis.com/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Kebijakan pemerintah China yang membuka krak ekspor mobil bekas diyakini tidak akan mengganggu pasar mobil baru di Indonesia.

Jongkie D. Sugiarto, Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mengatakan bahwa Indonesia tidak mengimpor mobil penumpang maupun mobil niaga bekas.

"Dalam Permenperin 14/2016 tentang kriteria barang bekas yang boleh diimpor, kendaraan penumpang dan barang enggak boleh diimpor dan Gaikindo mengacu pada aturan tersebut. Jadi menurut mereka saat ini seharusnya tidak berdampak pada pasar mobil baru," ujarnya, Senin (13/5/2019).

Kementerian perdagangan China telah mulai mengizinkan ekspor mobil bekas, menandai langkah terbaru negara itu untuk mendorong penjualan domestik dan mempromosikan perdagangan di pasar mobil terbesar di dunia.

Langkah ini dilakukan setelah penjualan di China berkontraksi tahun lalu untuk pertama kalinya sejak 1990-an. Di tengah kekhawatiran penurunan lebih lanjut, Beijing memberi potongan pajak awal tahun ini untuk memacu belanja konsumen.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mobkas

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top
Tutup