Pasar 2019: KBH2 Diprediksi Menyusut

Segmen LCGC minim produk baru dan konsumen mendapatkan tawaran lain seperti naik ke kelas kendaraan multiguna hingga menunda memiliki kendaraan karena adanya layanan taksi daring.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 18 Maret 2019  |  21:48 WIB
Pasar 2019: KBH2 Diprediksi Menyusut
Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--Pasar mobil ramah lingkungan dan harga terjangkau diproyeksi bakal menurun pada tahun ini. Pasalnya, segmen ini minim produk baru dan konsumen mendapatkan tawaran lain seperti naik ke kelas kendaraan multiguna hingga menunda memiliki kendaraan karena adanya layanan taksi daring.

Tren penurunan penjualan model Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau low cost green car (LCGC) sejatinya sudah mulai kelihatan pada akhir tahun 2018 di mana penjualan model ini turun 1,8%.

Pada 2 bulan pertama 2019, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan, penjualan KBH2 turun 12,47% ketimbang periode yang sama 2018. Kecuali Honda Brio, semua model KBH2 lainnya mengalami penurunan penjualan.

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, pasar LCGC diprediksi bakal turun pada tahu ini karena segmen lain seperti low multi purpose vehicle (LMPV) berkembang luar biasa berkat model baru.

Beragam model baru tersebut menarik minat konsumen untuk naik kelas karena hanya menambah sedikit cicilan akan mendapatkan model baru. Pasalnya, karakter pembeli LCGC adalah pembeli mobil pertama yang mayoritas menggunakan skema cicilan.

Faktor lainnya, ialah berkembangnya pasar sepeda motor khususnya segmen premium yang juga membuat konsumen menunda memiliki kendaraan. Di sisi lain, kehadiran transportasi publik dan taksi daring juga menjadi pertimbangan konsumen untuk menunda memiliki model LCGC. Konsumen mendapatkan kemudahan karena dengan taksi daring tidak perlu memikirkan cicilan, parkir, asuransi dan lainnya.

“Itu kenapa 2018 terjadi penurunan antara 10.000 hingga 15.000 unit. Total sudah ada penurunan selain ada faktor non performing loan [NPL]. Segmen ini tidak ada produk aktraktifnya,” ujarnya baru-baru ini.

Seperti diketahui, saat ini lima merek yang masuk ke segmen LCGC yakni Toyota, Daihatsu, Datsun, Suzuki dan Honda. Produsen terakhir merupakan salah satu yang melakukan pembaruan pada model LCGC-nya yakni Brio Satya pada GIIAS 2018 lalu dengan memperkenalkan All New Brio.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
LCGC

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top