Honda Recall 1,1 Juta Mobil Termasuk Acura Gara-Gara Airbag Takata

Honda Motor Co mengatakan akan menarik sekitar 1,1 juta mobil Honda dan Acura di Amerika Serikat. Penarikan produk itu masih berkaitan dengan kantong udara Takata yang rusak di sisi pengemudi.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 13 Maret 2019  |  02:39 WIB
Honda Recall 1,1 Juta Mobil Termasuk Acura Gara-Gara Airbag Takata
Recall kantong udara - Ilustrasi/www.cochranfirmdc.com

Bisnis.com, JAKARTA - Honda Motor Co mengatakan akan menarik sekitar 1,1 juta mobil Honda dan Acura di Amerika Serikat. Penarikan produk itu masih berkaitan dengan kantong udara Takata yang rusak di sisi pengemudi.

Dikutip dari Reuters, Selasa (12/3/2019), Honda Motor Co mengatakan bahwa pihaknya mengetahui satu cedera terkait dengan cacat kantong udara. Hal itu mungkin menyebabkan kantong udara pecah ketika digunakan dalam kecelakaan.

Kendaraan yang terlibat dalam penarikan tersebut sebelumnya diperbaiki menggunakan inflator pengganti Takata desiccated khusus (PSDI-5D) atau seluruh modul airbag pengganti yang berisi inflator ini.

Perbaikan gratis mobil yang ditarik akan segera dimulai di Amerika Serikat dengan suku cadang pengganti yang dibuat oleh pemasok alternatif, kata Honda.

Honda mengetahui permasalahan ini setelah kecelakaan Honda Odyssey, di mana kantong udara depan dikerahkan dan melukai lengan pengemudi.

Investigasi kemudian menunjukkan bahwa masalah manufaktur di fasilitas Takata's Mexico memperkenalkan kelembaban berlebihan ke inflator selama perakitan, yang mengarah ke masalah.

Total jumlah inflator yang ditarik sekarang sekitar 21 juta di sekitar 12,9 juta kendaraan Honda dan Acura yang telah ditarik untuk mengganti inflator airbag depan Takata di Amerika Serikat, kata perusahaan itu.

Pembuat mobil di Amerika Serikat memperbaiki lebih dari 7,2 juta inflator kantong udara Takata yang rusak pada tahun 2018, karena perusahaan telah meningkatkan upaya untuk melacak bagian yang membutuhkan penggantian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Honda

Editor : Sutarno
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top