Dongkrak Penjualan, Yamaha Motor Pacu Seri Maxi

Yamaha menjadi satu-satunya merek yang mengalami penurunan penjualan hingga 10,5% menjadi 110.110 unit. Padahal, periode sebelumnya, Januari 2018, produsen berlogo garpu tala ini berhasil memasarkan produknya hingga 122.989 unit.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  18:00 WIB
Dongkrak Penjualan, Yamaha Motor Pacu Seri Maxi
Yamaha Maxi. - Yamaha

Bisnis.com, JAKARTA – Yamaha menjadi satu-satunya merek yang mengalami penurunan penjualan hingga 10,5% menjadi 110.110 unit. Padahal, periode sebelumnya, Januari 2018, produsen berlogo garpu tala ini berhasil memasarkan produknya hingga 122.989 unit.

Saat dihubungi Bisnis pada Kamis (21/2/2019), Manager Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Antonius Widiantoro enggan memaparkan faktor penyebab penurunan penjualan tersebut.

Namun, dia memastikan bahwa Yamaha akan terus berkomitmen untuk memenuhi permintaan konsumen melalui produk-produk atau line up yg dimiliki.

"Kami juga akan berfokus pada pemasaran pada seri Maxi Yamaha yang tren penjualannya terus meningkat. Alasannya, saat ini konsumen tidak hanya melihat motor sebagai alat transportasi saja tetapi juga untuk show off dan pride," ujarnya.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) kinerja penjualan domestik sepeda motor pada Januari 2019 mengalami pertumbuhan 17,9% yakni mencapai 569.126 unit dibandingkan dengan periode sebelumnya yang hanya mencapai 482.357 unit.

Astra Honda Motor (AHM) masih menjadi pemimpin pasar dengan penjualan sebanyak 441.165 unit atau mencaplok 77,5% pasar. Yamaha dengan perolehan penjualan sebanyak 110.110 unit, menguasai 19,3% pasar.

Sedangkan Suzuki dan Kawasaki berturut turut berada di bawahnya dengan angka penjualan 9.100 unit, 8.608 unit menguasai 1,6% dan 1,5% pasar. Sedangkan TVS masih menjadi juru kunci dengan penjualan 143 unit kendati mengalami pertumbuhan hingga 361,3%

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Yamaha Maxi

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup